Putri Marino Kembali Berkolaborasi dengan Arya Saloka di Film 'Empat Musim Pertiwi'

  • 09 Sep 2026 10:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Film 'Empat Musim Pertiwi' menjadi wadah kolaborasi ulang Putri Marino dengan kreator dan rekan dari proyek sebelumnya, menciptakan suasana kerja yang hangat dan nyaman.
  • Putri Marino mengungkapkan bahwa ia merasa dipercaya dan tidak takut melakukan kesalahan selama proses produksi, mencerminkan lingkungan kerja yang mendukung.
  • Penampilan Putri Marino bersama Arya dalam film ini merupakan reunion setelah kolaborasi mereka di proyek 'Gadis Kretek' sebelumnya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Film 'Empat Musim Pertiwi' menjadi ajang pertemuan kembali Putri Marino dengan sejumlah rekan dan kreator dari proyek sebelumnya. Kolaborasi tersebut membuat Putri merasakan suasana kerja yang hangat dan nyaman selama proses produksi.

"Rasanya menyenangkan, hangat, bahagia bisa kembali berkolaborasi bersama Arya setelah Gadis Kretek. Di lokasi juga aku ngerasa dipercaya, tidak takut untuk melakukan satu dua kesalahan," katanya saat Press Conference Official Trailer & Official Poster Film 'Empat Musim Pertiwi' di XXI Epicentrum, Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Ia mengaku menjalani sejumlah workshop sebelum syuting untuk memenuhi kebutuhan keterampilan karakter Pertiwi dalam cerita. Persiapan tersebut mencakup berkuda, mengemudi mobil jeep, bahasa isyarat, menyanyi, menulis puisi, elektronik, bahasa Jawa, balet, hingga wushu.

"Di skrip, karakter Pertiwi harus bisa berkuda, jadi ada workshop berkuda, ada workshop naik mobil jeep juga. Lalu bahasa isyarat, nyanyi, nulis puisi, elektronik, bahasa Jawa, balet dan wushu," ujarnya.

Film bergenre misteri drama ini menghadirkan Pertiwi sebagai perempuan yang pulang setelah menjalani hukuman penjara. Kepulangannya membawa persoalan masa lalu yang harus dihadapi kembali sebelum Pertiwi menemukan jalan untuk melanjutkan hidup.

Selain Putri Marino, film ini menghadirkan Hanna Aretha sebagai salah satu pemeran sekaligus membawa representasi teman tuli. Kehadiran Hanna menjadi bagian dari upaya film menghadirkan keberagaman pengalaman melalui karakter-karakter yang ditampilkan.

Hanna memandang keterlibatannya sebagai kesempatan untuk merepresentasikan teman tuli sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan manusia tidak ditentukan oleh kondisi pendengarannya. Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan Hanna yang sebelumnya aktif sebagai aktor dalam panggung pertunjukan.

"Kita semua manusia yang memiliki kemampuan, pengalaman, dan emosi. Aku senang bisa menjadi representasi dari teman tuli itu sendiri," ujarnya melalui penerjemah bahasa isyarat.

Bagi Hanna, keterlibatannya dalam film tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan karena dapat bekerja bersama para pemain dan kreator berpengalaman. Sutradara Kamila Andini juga memberikan ruang bagi Hanna untuk menghadirkan pengalaman personalnya sebagai bagian dari karakter yang diperankan.

Film produksi Forka Films ini tercatat sebagai salah satu film Indonesia dengan jumlah executive producer terbanyak sepanjang masa. Film tersebut menjadi bagian dari produksi berskala besar yang melibatkan banyak pihak dalam proses pengembangannya.

'Empat Musim Pertiwi' akan mengawali perjalanan internasionalnya melalui world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Film tersebut kemudian dijadwalkan tampil dalam Busan International Film Festival (BIFF) 2026 dan Tokyo International Film Festival.

Film ini turut dibintangi Arya Saloka, Christine Hakim, Iswadi Pratama, Hargi Sundari, dan sejumlah bintang lainnya. 'Empat Musim Pertiwi' akan hadir di bioskop Indonesia secara serentak pada 8 Oktober 2026 mendatang. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....