Menbud Fadli Ceritakan Proses Seleksi Pemenang Film Narasi Kepahlawanan

  • 05 Sep 2026 10:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menbud Fadli menilai seleksi film kepahlawanan berlangsung terbuka, inklusif, dan transparan, sekaligus masih berpeluang melibatkan lebih banyak sineas.
  • Tantangan utama berada pada kesiapan peserta, terutama penguasaan referensi sejarah dan kemampuan mengembangkan cerita secara cepat tanpa mengurangi kualitas.
  • Produser Tesadesrada Ryza menyebut antusiasme sineas sangat tinggi, sementara dukungan negara dinilai penting untuk memperkuat film sejarah nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menilai proses seleksi produksi film narasi kepahlawanan berlangsung terbuka, inklusif, dan transparan. Menurutnya, peluang tersebut sebenarnya masih dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak pembuat film yang memiliki kesiapan produksi.

"Prosesnya memang terbuka, inklusif, transparan, sebenarnya bisa lebih banyak lagi yang kita tarik," ujarnya saat menghadiri Taklimat Media: Pengumuman Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Jumat malam, 4 September 2026. Namun, tantangan utama terletak pada kesiapan peserta, terutama mereka yang sudah mempunyai perpustakaan materi dan stok cerita sejarah.

Ia mengatakan pengalaman serta referensi sebelumnya dapat membantu peserta mengembangkan gagasan menjadi film yang lebih matang dan relevan. Ia menilai proses produksi perlu berjalan cepat tanpa mengorbankan kualitas, sehingga karya sejarah menarik sekaligus memiliki dasar kuat.

"Tantangannya bagaimana membuat film dan prosesnya cukup cepat, tetapi tetap berkualitas dari sisi narasi, sejarah, maupun teknis," ujarnya. Ia menyebut peserta dapat memanfaatkan berbagai referensi yang telah tersedia untuk memperkuat cerita sebelum masuk tahap produksi film.

Selain narasi sejarah, aspek teknis juga menjadi perhatian agar karya yang dihasilkan mampu menyampaikan pesan kepahlawanan secara utuh. Ia berharap kesiapan materi dan pengalaman peserta dapat membuat proses produksi film berjalan lebih efektif tanpa kehilangan kualitas cerita.

"Kalau sudah diulik dan diinvestigasi, bisa dilihat dari video. Baik narasi, sejarah, maupun teknis yang disampaikan," ucapnya.

Produser film Tesadesrada Ryza menilai proses seleksi produksi film narasi kepahlawanan berlangsung ketat karena waktu pelaksanaan sangat terbatas. Antusiasme sineas mengikuti program tersebut juga tinggi, dengan banyak karya dan gagasan sejarah yang diajukan untuk dinilai panitia.

Menurutnya, program tersebut memiliki dua kategori yang memberi ruang kepada sineas berdasarkan skenario yang telah dilombakan sebelumnya. Kategori lainnya membuka kesempatan bagi gagasan baru yang menawarkan beragam narasi sejarah Indonesia melalui produksi film berkualitas dan menarik.

"Prosesnya memang sangat ketat sekali mengingat waktu yang memang tidak banyak. Kemudian begitu banyak sekali antusiasme rekan-rekan sineas untuk mendaftarkan film dan desain pada ini," ucapnya.

Ia berharap dukungan negara terhadap perfilman sejarah dapat memperkuat kehadiran cerita kepahlawanan dalam industri film nasional secara berkelanjutan. Ia menilai peluang tersebut penting karena produksi film sejarah membutuhkan proses panjang, mulai pengembangan cerita hingga penulisan skenario.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....