Kemenbud Umumkan 20 Pemenang Sayembara Film Narasi Kepahlawanan 2026
- 05 Sep 2026 00:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenbud umumkan 20 pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026, terdiri dari 13 film pendek dan tujuh film panjang.
- Sayembara menerima 420 proposal, dengan 143 proposal masuk tahap seleksi, terdiri dari 54 film panjang dan 89 film pendek.
- Penilaian melibatkan dewan juri, ahli sejarah, dan arsiparis untuk memastikan kualitas cerita, relevansi tema, serta akurasi sejarah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mengumumkan dua puluh pemenang pada Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Tahun 2026. Pemenang tersebut terbagi menjadi 13 film pendek dan 7 film panjang yang membawa cerita perjuangan bangsa.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan bahwa program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem perfilman Indonesia, terutama genre kepahlawanan. Menurutnya, film bergenre lain seperti horor sudah memiliki pasar kuat dan dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.
"Proses ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memajukan ekosistem perfilman Indonesia. Khususnya genre narasi film kepahlawanan yang memang membutuhkan afirmasi," katanya saat menghadiri Taklimat Media: Pengumuman Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Jumat malam, 4 September 2026.
Pemerintah ingin menghadirkan lebih banyak film yang mengangkat patriotisme, nasionalisme, serta nilai perjuangan dengan cara menarik bagi penonton. Langkah itu diharapkan membuat cerita sejarah terasa lebih dekat, sekaligus memperluas pilihan tontonan berkualitas bagi masyarakat Indonesia luas.
Ia menyebut pangsa pasar film populer telah berkembang, sehingga film kepahlawanan membutuhkan ruang lebih besar dalam industri nasional. Dalam hal ini, Kementerian Kebudayaan kemudian memilih periode perang mempertahankan kemerdekaan sebagai latar utama untuk menggali kisah perjuangan yang kaya dan beragam.
"Kita menangkap nilai kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme melalui satu periode penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia," ujarnya. Menurutnya, periode tersebut menyimpan peristiwa yang dapat diolah menjadi cerita film dengan pendekatan segar dan relevan bagi penonton.
Ia menjelaskan, proklamasi kemerdekaan pada 1945 belum membuat masyarakat menikmati kehidupan bebas dari ancaman penjajahan sepenuhnya. Maka dari itu, perjuangan terus berlangsung karena para penjajah berusaha kembali, sehingga banyak peristiwa penting layak diangkat menjadi film.
"Walaupun proklamasi berlangsung pada 1945, kita belum sepenuhnya menikmati kemerdekaan karena perjuangan masih terus berlangsung kini," ujarnya. Melalui sayembara ini, pemerintah ingin mendorong sineas menggali cerita perjuangan dari berbagai sudut pandang yang menarik dan humanis.
Sementara itu, Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Irini Dewi Wanti menjelaskan proses seleksi berlangsung ketat. Ia menyebut panitia menerima 420 proposal dari produser, sutradara, dan penulis naskah yang mengikuti sayembara tersebut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 143 proposal masuk dalam tahap seleksi dan mewakili 420 pegiat perfilman yang terlibat. Proposal tersebut terbagi menjadi 54 film panjang dan 89 film pendek yang mengangkat beragam gagasan tentang kepahlawanan.
"Dalam proses seleksi, terdapat 420 proposal yang melibatkan produser, sutradara, dan penulis naskah," katanya. Menurutnya, seluruh proposal kemudian dinilai dewan juri berdasarkan sejumlah aspek penting dalam produksi film berkualitas.
Penilaian mencakup kekuatan gagasan, kualitas cerita, kesiapan produksi, serta kesesuaian karya dengan tema sayembara kepahlawanan. Dewan juri juga memperhatikan ketepatan peserta dalam mengolah berbagai peristiwa sejarah menjadi cerita film yang menarik.
Daftar Pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan
Kategori Film Panjang
1. Barisan Penghibur
Produser: Nia Zulkarnaen
Sutradara: Ari Sihasale
Penulis Skenario: Sugeng Wahyudi
2. Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama
Produser: Giovanni Rahmadeva, Axel Hadiningrat, dan Krisnadi Ramajaya Hoegeng
Sutradara: Loeloe Hendra Komara
Penulis Skenario: Krisnadi Ramajaya Hoegeng dan Loeloe Hendra Komara
3. Rengasdengklok
Produser: Taufan Adryan
Sutradara: Farishad I. Latjuba
Penulis Skenario: Ifan Ismail
4. Kapalselam Kalibayam
Produser: Dani Rachman Fauzi
Sutradara: Kuntz Agus
Penulis Skenario: Tito Imanda
5. Sakura di Telawang
Produser: Hamonangan
Sutradara: Lola Amaria
Penulis Skenario: Ni Ketut Yuni Suastini
6. Rai
Produser: Parama Adi Wirasmo
Sutradara: Rako Prijanto
Penulis Skenario: Tamawal Frans M.
7. Pintu Tertutup
Produser: Wiendy Widasari
Sutradara: Hanny R. Saputra
Penulis Skenario: Abdurrohman Syakbani Nasution
Kategori Film Pendek
1. Arang Kobar Juang
Produser: Dhiwangkara Seta
Sutradara: Noel Pendawa
Penulis Skenario: Noel Pendawa
2. Belantara Raya
Produser: Rifqi Mardhani
Sutradara: Ilham Prajatama
Penulis Skenario: Dafriansyah Putra
3. Buleun Purnama, di Nanggroe
Produser: Asmara Abigail dan Dani Huda
Sutradara: Dani Huda
Penulis Skenario: Dani Huda, Chandra Cahyana, dan Raisa Kamila
4. Darah Djoeang
Produser: Fanny Chotimah
Sutradara: Reni Apriliana
Penulis Skenario: Ardhika Surya Adhi
5. Desing Peluru Tak Bertuan
Produser: Iqbal Mohammad Hamdan
Sutradara: Sandi Akbar Paputungan
Penulis Skenario: Sandi Akbar Paputungan
6. Ibu Raih
Produser: Theo Maulana
Sutradara: Janice Angelica
Penulis Skenario: Janice Angelica
7. Jam 7 Pagi (Makassar, 1947)
Produser: Ayu Kartika
Sutradara: Zhaddam A. Nurdin
Penulis Skenario: Zhaddam A. Nurdin
8. Menara Terakhir
Produser: Gerald A.
Sutradara: Sarah Adilah
Penulis Skenario: Mohammad Iqbal
9. Operasi Malino: Lembar yang Hilang
Produser: Muhammad Ilham Mustain Murda
Sutradara: Wahyu Mika
Penulis Skenario: Wahyu Mika dan Muhammad Ilham Mustain Murda
10. Seriboe Soedirman
Produser: Nisa F.
Sutradara: Edy Wibowo
Penulis Skenario: Tri Wahyudi dan Suharmono
11. Suara Republik
Produser: Muhammad Kholiq
Sutradara: BW Purbanegara
Penulis Skenario: Luhki Herwanayogi
12. Timur 1950
Produser: Andi Arfan Sabran
Sutradara: Muh. Ishak Iskandar
Penulis Skenario: Andi Arfan Sabran
13. Yang Tenggelam Saat Fajar
Produser: Ronantikarunia
Sutradara: May Ramadhan
Penulis Skenario: May Ramadhan dan Zydan Nabil
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....