'Operasi Pesta Copet' Syuting di Tengah 30 Ribu Penonton Pestapora
- 30 Agt 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Operasi Pesta Copet menjalani syuting di tengah 30 ribu penonton Pestapora, termasuk kru konser, keamanan, dan musisi.
- Produksi film melibatkan 500 pemeran tambahan serta pembangunan sejumlah panggung khusus untuk adegan konser.
- Film garapan Edy Khemod ini menggunakan pendekatan mockumentary dan spidercam manual untuk menangkap suasana serta skala adegan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Film Operasi Pesta Copet menghadirkan proses produksi berskala besar dengan mengambil gambar di tengah kerumunan 30 ribu penonton Pestapora. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian menarik di balik film yang kini tayang di bioskop Indonesia.
Film persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator itu resmi tayang serentak mulai 27 Agustus 2026. Proses produksinya kemudian dibagikan melalui video behind the scene bertajuk Erat dalam Nekat.
Video tersebut memperlihatkan berbagai cerita di balik proses produksi, termasuk kerja sama antardepartemen. Salah satu tantangan terbesar adalah ketika tim harus melakukan pengambilan gambar langsung di tengah festival musik Pestapora.
Produser Dipa Andika mengatakan proses syuting tidak hanya berhadapan dengan para penonton. Kru konser, petugas keamanan, hingga musisi yang tampil juga menjadi bagian dari situasi di lokasi.
“Bukan cuma penonton, tapi juga kru konser, security, dan band-band yang manggung. Jadi kami benar-benar syuting di konser,” ujar Dipa, dalam keterangan resmi, Jumat, 28 Agustus 2026.
Sutradara Edy Khemod mengakui kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri. Tim harus mengatur adegan besar di tengah kerumunan dengan lokasi yang tidak steril dan waktu pengambilan gambar terbatas.
Salah satu adegan yang turut menarik perhatian adalah kemunculan Rhoma Irama. Sang Raja Dangdut bahkan memberikan satu lagu yang dinilai sesuai dengan cerita film, yakni “1001 Macam”.
Selain memanfaatkan kerumunan Pestapora, produksi Operasi Pesta Copet juga melibatkan sekitar 500 pemeran tambahan. Mereka mengisi sejumlah adegan, mulai dari penonton festival hingga kerumunan dalam konser musik metal.
Tim produksi juga membangun panggung khusus untuk kebutuhan adegan konser metal. Beberapa panggung tambahan turut dibuat untuk mendukung kebutuhan visual dalam film.
Produser Ernest Prakasa menyebut proses tersebut tetap berjalan lancar berkat pengalaman Edy Khemod dalam menggarap produksi panggung. Menurutnya, persiapan matang membuat proses yang terlihat rumit dapat dijalankan dengan baik.
Dari sisi visual, Khemod bersama sinematografer Dicky Maland menggunakan pendekatan mockumentary. Kamera handheld, teknik punch in zoom, hingga pergerakan kamera yang lebih bebas digunakan untuk membuat penonton terasa dekat dengan karakter.
Untuk adegan berskala besar, Dicky juga menggunakan spidercam yang biasanya dipakai dalam pertandingan olahraga. Berbeda dari penggunaannya pada umumnya, kamera tersebut digerakkan secara manual oleh kru produksi.
Selain aspek teknis, Imajinari juga menerapkan prinsip kesetaraan bagi seluruh tim produksi. Seluruh kru, pengemudi, pemeran tambahan, pemain utama, hingga sutradara mendapat katering yang sama.
Di tengah ramainya film menjelang penayangan, Operasi Pesta Copet juga sempat menghadapi kebocoran dua menit awal film. Cuplikan tersebut memperlihatkan Ijal yang diperankan Iqbaal Ramadhan saat tertangkap mencopet di Pestapora.
Dalam adegan tersebut, Ijal diwawancarai jurnalis televisi dan menceritakan alasan dirinya melakukan aksi pencopetan. Meski demikian, tim produksi tetap berharap film tersebut mendapat apresiasi dari penonton.
Operasi Pesta Copet mengangkat kisah tentang aksi pencopetan, tetapi membawa cerita yang lebih luas mengenai persahabatan dan kondisi sosial. Film ini telah tayang pada 27 Agustus 2026 dan sudah bisa disaksikan di seluruh bioskop Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....