Pemain Film 'Lobang Buaya' Perdalam Riset Sejarah Demi Tampil Maksimal

  • 29 Agt 2026 20:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Film 'Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah' mengandalkan kombinasi akting berkualitas dan riset sejarah yang mendalam untuk menghadirkan autentisitas suasana Indonesia pada tahun 1964.
  • Empat aktor utama—Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Anya Zen, dan Mathias Muchus—dibintangi dalam produksi yang bercerita tentang pembantaian sadis di sebuah desa bernama Lobang Buaya.
  • Pendekatan produksi film mengutamakan riset historis yang komprehensif agar para pemain dapat menghayati dan mewujudkan suasana zaman tersebut dengan akurat dan kredibel.

RRI.CO.ID, Jakarta – Film 'Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah' tidak hanya mengandalkan akting, tetapi juga riset sejarah. Pendalaman tersebut dilakukan agar para pemain mampu menghadirkan suasana Indonesia di zaman 1964.

Film ini dibintangi oleh Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Anya Zen, dan Mathias Muchus. Ceritanya berpusat pada rentetan pembantaian sadis yang melibatkan sejumlah tokoh penting di sebuah desa bernama Lobang Buaya.

Proses riset menjadi bagian penting bagi para pemain untuk memahami latar sejarah yang menjadi dasar cerita film tersebut. Anya menjelaskan, riset tidak hanya membahas peristiwa di Lobang Buaya, tetapi juga kehidupan masyarakat pada masa itu.

Para pemain turut mempelajari cara orang-orang pada masa tersebut berbicara dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan itu dilakukan agar penonton dapat merasakan suasana zaman yang menjadi latar utama cerita film.

"Selain kejadiannya, kita juga riset mengenai bagaimana orang zaman dulu berbicara. Itu unsur penting dalam pembuatan film, supaya kita bisa membawa penonton untuk bener-bener balik ke masa itu, " ucapnya saat press conference film 'Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah' di Senayan City XXI, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.

Sementara itu, Baskara mengaku memiliki ketertarikan terhadap sejarah sejak membaca buku pelajaran ketika masih bersekolah. Ketertarikannya terhadap berbagai peristiwa Indonesia membuat proses pendalaman sejarah untuk film ini terasa semakin menarik.

"Kalau buatku pribadi, memang senang banget sama sejarah, dan itu pelajaran yang aku suka. Aku juga tipe orang yang senang nongkrong sama teman-teman ngebahas sejarah, siapa sih dalangnya, kenapa ditutup-tutupin," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Baskara juga tertarik mendiskusikan berbagai pertanyaan mengenai peristiwa 1965 yang menurutnya belum banyak dibahas dalam buku pelajaran. Karena itu, kesempatan terlibat dalam proyek film ini menjadi ruang baginya untuk mendalami sejarah melalui diskusi dan riset.

Carissa Perusset mengaku mendapatkan banyak pengetahuan sejarah selama proses produksi film tersebut. Ia banyak belajar dari sutradara Hanung Bramantyo, bersama rekannya, Baskara dan Anya.

"Kalau aku dapet banyak pengetahuan dari Mas Hanung, Baskara, dan Anya. Kalau soal sejarah, mereka lebih paham dibanding aku," katanya.

'Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah' mengisahkan Desa Lobang Buaya yang diteror pembunuhan berantai misterius setiap tanggal 30. Sejumlah tokoh desa menjadi korban dengan kondisi punggung berlubang dan meninggalkan tanda yang berkaitan dengan sifat buruk mereka.

Untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut, Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) ditugaskan menyelidiki pembunuhan yang semakin menimbulkan keresahan masyarakat. Penyelidikannya kemudian mengarah pada berbagai dugaan mengenai sosok 'Hantu Bolong' yang dipercaya berkaitan dengan teror tersebut.

Sebelum tayang di Indonesia, film ini lebih dulu diputar di International Film Festival Rotterdam 2026 pada Januari 2026. Selain itu, film ini berhasil menembus nominasi B-Extreme dalam Bucheon International Fantastic Film Festival di Korea Selatan.

'Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah' merupakan hasil kolaborasi Adhya Pictures dan Dapur Film. Film ini dijadwalkan tayang di layar bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026 mendatang. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....