Indonesia-Malaysia Perkokoh Dukungan untuk Atlet Paralimpik Dunia
- 25 Agt 2026 19:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Natalia Tjahja bertemu dengan Shukri Harun dan petinggi Majlis Sukan Negara Malaysia pada 23 Agustus 2026 untuk memperkuat hubungan kerja sama yang sudah berlangsung bertahun-tahun di bidang dunia disabilitas.
- Pertemuan ini merupakan reuni yang memperdalam kolaborasi inspiratif dalam mendukung pengembangan olahraga disabilitas antara Indonesia dan Malaysia.
- Akar kolaborasi berasal dari pembuatan film dokumenter internasional berjudul 'Movie Boccia' pada tahun 2019 yang menunjukkan komitmen jangka panjang kedua belah pihak dalam mengembangkan sektor disabilitas.
RRI.CO.ID, Jakarta: Pertemuan antara Natalia Tjahja bersama Shukri Harun dan jajaran petinggi Majlis Sukan Negara (MSN) Malaysia pada Minggu 23 Agustus 2026, terungkap sebagai sebuah reuni yang memperkuat hubungan sejarah jangka panjang.
Pertemuan ini mengungkit kembali kolaborasi inspiratif yang telah terjalin sejak bertahun-tahun lalu demi mendukung dunia disabilitas, bukan sekadar pertemuan orang asing yang baru pertama kali mengetuk pintu. Hubungan erat tersebut berakar dari pembuatan film dokumenter nirlaba berstandar internasional berjudul "Movie Boccia" pada tahun 2019 silam.
Saat itu, Natalia Tjahja bertindak langsung sebagai produser dan sutradara untuk menyoroti kisah hidup serta perjuangan luar biasa dari para atlet disabilitas saraf motorik atau cerebral palsy di berbagai negara. Dalam penggarapan proyek tersebut, Natalia memilih atlet senior Boccia nasional Malaysia, Lean Chin Kit dari kategori BC1, bersama dua atlet Malaysia lainnya yaitu Lee Chee Hong dan Mohammed Syafiq, untuk didapuk sebagai karakter utama.

Salah satu adegan paling ikonik di wilayah Malaysia menceritakan perjalanan mandiri Lean Chin Kit yang bepergian ke Penang selama tiga hari seorang diri menggunakan kursi roda dan membawa tas ransel tanpa pendamping. Kisah penuh inspirasi ini sengaja diangkat oleh Natalia untuk membangkitkan harapan bagi anak-anak difabel di seluruh dunia.
Langkah besar ini ternyata telah mendapat restu dan dukungan penuh dari pihak MSN Malaysia sejak lama. Pada tahun 2019, gerakan kemanusiaan tersebut dikawal langsung lewat kolaborasi bersama Dato' Ahmad Shapawi Ismail yang menjabat sebagai Direktur Jenderal MSN pada masa itu.
Bahkan, pihak MSN dan Natalia sempat sepakat mengadakan pemutaran film gratis atau free screening di semenanjung Malaysia guna memberikan dukungan moral bagi kontingen yang akan segera berangkat bertanding ke ajang ASEAN Para Games.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....