Viral Pemain Ketoprak Meninggal saat Pentas di Bantul, Inilah Penyebabnya
- 25 Agt 2026 03:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemain ketoprak Sarjiyono alias Mbetut (62) meninggal dunia saat tampil dalam pentas seni memperingati HUT ke-81 RI di Bantul.
- Mbetut sempat dikira masih berakting ketika melakukan adegan gandrung, sebelum akhirnya diketahui tidak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit.
- Polisi memastikan tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, sementara keluarga menyebut Mbetut memiliki riwayat penyakit jantung.
RRI.CO.ID, Jakarta - Belum lama ini viral sebuah video yang memperlihatkan seorang pemain ketoprak ambruk saat pentas di atas panggung. Hal tersebut terjadi saat korban pentas di daerah Petung, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.
"Detik-detik seniman ketoprak meninggal di atas panggung. TKP Semoga Almarhum diterima di sisi-Nya, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tulis akun Instagram @bantmantul, Minggu, 23 Agustus 2026.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya kejadian tersebut yang terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026. Ia mengatakan kejadian itu terjadi saat pentas seni ketoprak dalam rangka perayaan HUT ke-81 RI.
"Betul, pemain ketoprak bernama Sarjiyono alias Mbetut (62) meninggal dunia. Tiba-tiba jatuh saat tampil di pentas seni ketoprak," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI.co.id , Senin, 24 Agustus 2026.
Ia melanjutkan, Mbetut awalnya masih mengikuti jalannya pertunjukan seperti biasa. Namun, semua berubah ketika korban melakukan adegan gandrung dengan memeluk lawan mainnya.
Mengetahui hal tersebut, lawan main Mbetut mengira semua itu merupakan bagian dari adegan dalam pertunjukan. Akan tetapi setelah menunggu beberapa saat Mbetut tidak kunjung bangun.
"Lawan mainnya sempat mengira korban sedang berakting. Tapi saat dibangunkan, ternyata korban tidak memberikan respons dan sudah tidak sadarkan diri," ucapnya.
Selanjutnya, saksi bersama sejumlah kru sound system langsung mendatangi korban yang masih tergeletak di atas panggung. Lebih lanjut, mereka kemudian membawa Mbetut ke PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan pertolongan medis.
"Berdasarkan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Namun kondisi korban sudah meninggal dunia," ujarnya.
Terkait penyebab meninggal dunia. Ia menyebut bahwa berkaitan dengan riwayat penyakit yang Mbetut idap. "Dari keterangan keluarga, korban juga memiliki riwayat jantung," katanya, menjelaskan.
Ia menambahkan, setelah pemeriksaan jenazah berlanjut dengan penyerahan kepada pihak keluarga. Terlebih, keluarga korban telah menerima kejadian tersebut.
"Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga. Jenazah diserahkan untuk dimakamkan di Ngrame, Tamantirto, Kasihan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....