Kemenbud Dukung 'Strings of Equator' Kenalkan Musik Nusantara ke Panggung Eropa

  • 22 Agt 2026 23:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tantowi Yahya dan Thomshell Band membawa musik daerah Indonesia ke tiga kota Eropa melalui tur Strings of Equator.
  • Tur tersebut memadukan lagu daerah dan cerita kebudayaan Nusantara, sekaligus mengenalkan karakter musik Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.
  • Kementerian Kebudayaan mendukung tur internasional tersebut untuk memperluas pasar, jejaring, peluang kerja sama, dan eksistensi musik Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tantowi Yahya bersama Thomshell Band membawa musik daerah Indonesia ke tiga kota Eropa melalui tur Strings of Equator. Tur tersebut menyasar publik Eropa sekaligus membuka jejaring internasional bagi musisi Indonesia melalui rangkaian pertunjukan musik.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan Kementerian Kebudayaan mendukung kegiatan tersebut. Hal ini dikarenakan musik menjadi salah satu dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan.

"Budaya kita yang mega cultural diversity, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Ini merupakan ekspresi kebudayaan kita yang luar biasa," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Menurutnya, panggung internasional tidak hanya dapat memperkenalkan budaya Indonesia. Tetapi juga memperluas pasar, jejaring, dan peluang kerja sama bagi pelaku musik.

Sementara itu, Musisi Tantowi Yahya mengatakan pertunjukan akan menggabungkan lagu daerah dengan cerita mengenai kebudayaan Nusantara. Materi musik dipilih untuk menunjukkan perbedaan karakter musikal Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.

Menurutnya, musik Indonesia bagian barat banyak mendapat pengaruh Islam dan Melayu, antara lain melalui gambus, mandolin dan biola. "Wilayah tengah kuat dengan tradisi Jawa dan keraton serta tangga nada slendro, sedangkan Indonesia timur dipengaruhi budaya Pasifik," ujarnya.

Di sisi lain, Menbud Fadli berharap tur tersebut tidak berhenti sebagai pertunjukan hiburan. Tetapi membawa pesan kekayaan dan kebudayaan Indonesia.

"Saya berharap kegiatan yang akan dijalankan tidak hanya menghibur tapi membawa pesan kebudayaan Indonesia, kekayaan budaya kita, dan menjadikan Indonesia visibel di dunia internasional," katanya.

Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan mendukung kegiatan ini sebagai bagian upaya memperluas kehadiran musik Indonesia di pasar internasional global. Dukungan tersebut juga memperkuat jejaring musik Indonesia dengan pelaku industri dan penyelenggara pertunjukan di berbagai negara secara global.

Dalam turnya, Thomshell Band akan tur ke tiga negara besar Eropa. Berikut adalahnya jadwalnya.

1. Oslo, Norwegia, pada 24 Agustus 2026

2. Santa Susanna, Spanyol, pada 28-31 Agustus dan 1 September 2026

3. Den Haag, Belanda, pada 4 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....