Ernest Prakasa Ungkap Tantangan Produksi Film 'Operasi Pesta Copet'

  • 18 Agt 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Operasi Pesta Copet menjadi film terlama yang dikembangkan Imajinari, yakni sekitar tiga tahun.
  • Syuting di Pestapora menjadi salah satu tantangan terbesar dengan melibatkan sekitar 500 pemeran tambahan.
  • Operasi Pesta Copet dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba, serta tayang 27 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Produser Operasi Pesta Copet, Ernest Prakasa, menyebut film tersebut sebagai proyek terlama yang dikembangkan timnya. Film garapan Edy Khemod itu membutuhkan waktu sekitar tiga tahun hingga akhirnya dapat tayang.

Ernest mengatakan proses panjang tersebut dilakukan untuk menghadirkan tontonan yang berbeda bagi penonton. Ia berharap keberanian tim dalam menggarap film dapat dirasakan setelah penonton keluar dari bioskop.

“Kalau saya pribadi pengennya orang keluar tuh, pengen ngerasa kalau ini tuh suguhan yang fresh. Nekat, menyegarkan, berani, sebuah sajian yang mungkin jarang bisa ditemuin di bioskop Indonesia,” kata Ernest saat konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ernest mengatakan proses pengembangan film tersebut dimulai sejak Khemod mengajukan idenya pada 2023. Ia mengaku konsep Operasi Pesta Copet sempat terlihat seperti sesuatu yang sulit diwujudkan.

“Ini adalah film terlama yang kita develop 3 tahun ya di Imajinari, dari pertama kali Khemod datang tahun 2023. Buat kami ini prosesnya sangat panjang dan di awal tampak seperti tidak mungkin, tapi ternyata filmnya jadi,” ujarnya

Salah satu hal yang membuatnya sempat ragu adalah adegan di akhir film yang memperlihatkan Ijal dalam suatu scene yang unik. Sebagai produser ia harus memikirkan bagaimana adegan tersebut dapat direalisasikan secara teknis.

“Pertanyaan pertama, ini bisa dikerjakan nggak ya? Pertanyaan kedua, kita percaya nggak sih Khemod bisa ngerjain ini?” ucap Erenst sambil tertawa.

Meski sempat mempertanyakan hal tersebut, Ernest akhirnya percaya dengan kemampuan Khemod. “Kayaknya dia urusan permusik-musikan kayaknya udah cukup lah ya, udah cukup, katam,” katanya.

Sementara itu, Dipa Adnhika menyebut proses syuting di Pestapora menjadi salah satu tantangan terbesar. Persiapannya bahkan sudah dilakukan sejak tim menghadiri Pestapora 2024 untuk menentukan panggung yang akan digunakan.

“Kita dateng ke Pestapora 2024 Kita liat stage mana yang perkiraan akan kita syuting untuk dilakukan pada saat 2025. Jadi ya kalau gagal kita cuma punya waktu 3 hari,” kata Dipa.

Pengambilan gambar dilakukan mulai H-3, H-2 hingga H+1 pelaksanaan Pestapora. Tim juga melibatkan sekitar 500 pemeran tambahan untuk menciptakan suasana festival yang nantinya dipadukan dengan footage asli.

Dipa mengatakan tim juga membuat set di studio yang menyerupai panggung Pestapora. Langkah tersebut dilakukan agar perpindahan antara adegan produksi dan footage festival terlihat menyatu.

“Kita juga ada melakukan di sebuah studio yang mengkopi stage yang sama dengan Pestapora. Supaya teman-teman tidak akan merasa yang mana ya Pestapora, kita akan campur semua jadi satu,” ujarnya.

Film Operasi Pesta Copet diproduseri Ernest Prakasa, Dipa Andika, Iqbaal Ramadhan, dan James Erlangga. Film ini menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod.

Dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba. Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....