Film 'Autopsy: Dead Body Can Talk' Menyingkap Sisi Lain Dunia Forensik

  • 15 Jul 2026 12:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Film misteri "Autopsy: Dead Body Can Talk" akan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026 dengan mengangkat kisah forensik penuh teka-teki.
  • Sutradara Ozan Ruz menyebut film ini mengedepankan sisi realitas dan psikologis, bukan sekadar menghadirkan unsur horor.
  • Film tersebut terinspirasi dari kisah nyata Dr. Sumy Hastry Purwanti dan mengangkat perjalanan pengungkapan fakta melalui ilmu forensik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Film misteri 'Autopsy: Dead Body Can Talk' siap menyapa penonton Indonesia mulai 3 September 2026 mendatang. Film tersebut akan tayang di bioskop seluruh Indonesia dengan menghadirkan kisah forensik penuh teka-teki.

Trailer berdurasi dua menit 25 detik memperlihatkan suasana ruang forensik yang dingin dan penuh ketegangan. Dalam cuplikan itu, jasad digambarkan menjadi saksi penting untuk mengungkap berbagai kasus tersembunyi.

Setiap detail pada tubuh korban mulai dari luka, lebam, hingga zat asing menjadi petunjuk utama. Proses pemeriksaan medis menjadi jalan untuk menemukan fakta di balik sebuah kejahatan.

Poster perdana film ini menampilkan sosok Dr. Sumy Hastry sebagai karakter utama dalam cerita. Visual tersebut menggambarkan suasana ruang autopsi yang selama ini jarang diketahui masyarakat luas.

Sutradara "Autopsy: Dead Body Can Talk", Ozan Ruz mengatakan film ini lebih menonjolkan realitas dan sisi psikologis. Ia ingin menghadirkan cerita misteri yang tidak hanya bergantung pada unsur horor semata.

"Melalui visual yang intim dan atmosfer menekan, saya ingin membawa penonton mengikuti perjalanan emosional Dr. Hastry. Empati menjadi kekuatan utama yang membimbingnya menemukan petunjuk melalui ilmu forensik," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 15 Juli 2026.

Poster film Autopsy: Dead Body Can Talk yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. (Foto: Instagram/@autopsy.deadbodycantalk)

Ia menjelaskan perjalanan karakter dalam film akan menunjukkan hubungan antara manusia, ilmu pengetahuan, dan pencarian kebenaran. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi para penonton.

Aktris Masayu Anastasia mengatakan bahwa cerita film tersebut berasal dari inspirasi peristiwa nyata. Menurutnya, kisah tersebut dapat membangun kedekatan emosional lebih kuat bersama penonton.

"Ide awal film ini berangkat dari kisah nyata yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Sosok Dr. Sumy Hastry Purwanti dipilih karena dedikasi dan kontribusinya dalam dunia forensik," katanya.

Film ini mengangkat perjalanan Dr. Sumy Hastry Purwanti sebagai figur penting dalam bidang forensik Indonesia. Melalui cerita tersebut, penonton diajak melihat proses pengungkapan fakta dari sisi berbeda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....