Jeropoint dan Dheeraj Film ‘Cek Khodam’ Angkat Keresahan Jadi Horor Komedi
- 11 Jul 2026 04:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film Cek Khodam mengangkat keresahan sehari-hari, seperti cicilan, dompet kosong, dan tekanan hidup, dalam balutan horor komedi.
- Film Cek Khodam memadukan horor, komedi, dan fenomena budaya digital untuk menghadirkan warna baru dalam genre horor komedi Indonesia.
- Film produksi Dee Company dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Film ‘Cek Khodam’ menghadirkan horor komedi dengan mengangkat keresahan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Cerita dibangun dari persoalan sehari-hari seperti cicilan, dompet kosong, dan tekanan hidup.
Film tersebut diproduksi rumah produksi Dee Company dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026. Sutradara dan produser mengembangkan konsep melalui sejumlah penyempurnaan naskah.
Produser Cek Khodam, Dheeraj Kalwani mengatakan tim memilih naskah yang paling relevan dengan kehidupan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda.
"Kita mau angkat sesuatu yang kita desainnya relate ke masyarakat. Dan ini sebenarnya script ketiga untuk Cek khodam,” kata Dheeraj dalam sesi Press Conference film Cek Khodam di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia menilai naskah terakhir mampu menghadirkan perpaduan horor dan komedi yang lebih segar. Tim kreatif kemudian menyempurnakan cerita bersama sutradara.
"Dan akhirnya saya putusin script ketiga ini yang paling oke. Menurut saya sesuatu yang relate, yang berbeda, unik dari beberapa film horror komedi yang sudah ada,” ungkapnya.
Sementara itu, Sutradara Cek Khodam, Jeropoint menjelaskan ide cerita berangkat dari perubahan kebiasaan masyarakat menghadapi hal mistis. Fenomena konten horor di media sosial menjadi inspirasi utama.
"Zaman dulu itu kan kalau ada setan tuh kita takut dihindari, sekarang malah ambil kamera dijadiin konten. Jadi, berangkat dari sana menjadi sesuatu yang relatable buat kita bawa ke sini," kata Jero.
Ia mengaku proses produksi berlangsung menyenangkan berkat dukungan seluruh pemain. Kekompakan tim dinilai membantu membangun keseimbangan unsur horor dan komedi.
Film ini memadukan unsur horor, komedi, dan fenomena budaya digital dalam satu cerita. Konsep tersebut diharapkan menghadirkan warna baru dalam genre horor komedi Indonesia. (Sarah Maulida Ali)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....