Menbud Pastikan Seleksi Karya Film Kepahlawanan Berjalan Transparan

  • 11 Jul 2026 03:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menbud Fadli memastikan seleksi juri Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026 berlangsung objektif, profesional, dan bebas konflik kepentingan.
  • Kementerian Kebudayaan menambah kategori film pendek dan dokumenter untuk memperluas kesempatan sineas sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran.
  • Film hasil program akan mengutamakan kualitas produksi, akurasi, serta strategi distribusi agar mampu menjangkau lebih banyak penonton Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon memastikan proses pemilihan juri Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026 berlangsung objektif. Menurutnya, seluruh tahapan seleksi disusun agar menghasilkan karya berkualitas sekaligus menjaga kepercayaan seluruh peserta sayembara.

Ia mengatakan, juri yang ditunjuk harus memiliki pengalaman memadai dalam industri perfilman serta rekam jejak profesional yang baik. Selain itu, setiap juri dipastikan tidak memiliki konflik kepentingan selama mengikuti proses penilaian terhadap seluruh peserta.

"Kami meminta seluruh juri tidak memiliki konflik kepentingan serta benar-benar memiliki kapasitas dan pengalaman dalam perfilman nasional. Prinsip tersebut menjadi dasar agar proses seleksi berlangsung objektif, profesional, serta menghasilkan karya terbaik bagi masyarakat Indonesia," katanya dalam peluncuran Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia Tahun 2026, Senayan Golf Club, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli 2026.

Ia menjelaskan program tahun ini tidak hanya berfokus pada produksi film cerita panjang seperti pelaksanaan sebelumnya. Pemerintah juga membuka kesempatan bagi produksi film pendek dan film dokumenter bertema kepahlawanan untuk memperoleh dukungan pendanaan.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran tanpa mengurangi kualitas hasil produksi. Dengan langkah tersebut, lebih banyak sineas diharapkan memperoleh kesempatan mengikuti program yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan.

"Kami menambahkan kategori film pendek dan dokumenter agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efisien dan luas. Melalui kebijakan tersebut, semakin banyak karya dapat diproduksi tanpa mengurangi kualitas maupun tujuan program yang telah ditetapkan," ujarnya.

Ia mengatakan besaran dukungan pembiayaan setiap proyek akan disesuaikan dengan hasil penilaian dan kebutuhan produksi film. Penentuan alokasi anggaran dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis yang disusun oleh panitia penyelenggara secara profesional.

Menurutnya, panitia memiliki kewenangan menentukan kebutuhan pembiayaan sesuai standar produksi dan kelayakan setiap proposal yang diajukan. Mekanisme tersebut diharapkan menciptakan proses seleksi yang transparan, akuntabel, dan mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi.

"Besaran dukungan pendanaan akan ditentukan panitia berdasarkan kebutuhan produksi serta pertimbangan teknis yang telah disepakati bersama. Kami berharap mekanisme tersebut mampu mendukung lahirnya film kepahlawanan berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem perfilman nasional," katanya.

Produser Film, Tesadesrada Ryza menjelaskan pengemasan film kepahlawanan membutuhkan standar kualitas yang sesuai kebutuhan penonton. Film hasil Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 nantinya akan diarahkan memiliki daya tarik bagi masyarakat luas.

Tesadesrada mengatakan strategi distribusi menjadi salah satu faktor penting untuk memperkenalkan film kepada masyarakat Indonesia. Menurutnya, kualitas produksi dan kemasan cerita menjadi kunci agar film mampu bersaing di pasar perfilman.

"Selain akurasi, kemasan dan kualitas film harus mengikuti standar yang telah ditentukan bersama. Hal tersebut menjadi bentuk tanggung jawab agar dana digunakan profesional menghasilkan karya yang dapat dinikmati," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....