Fluktuasi Harga Bahan Pokok Di Kota Gunungsitoli

Suasana lapak penjual sayur dan buah di Pasar Ex Terminal Lama Gunungsitoli

KBRN, Gunungsitoli: Harga bahan pokok di kota Gunungsitoli fluktuatif selama beberapa hari terakhir, mulai dari minyak goreng, bawang putih, kacang-kacangan dan cabe.

Berdasarkan info harga pasar yang dikelola Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli, bahan pangan yang mengalami kenaikan pada Minggu ketiga bulan Maret 2023 yang pertama, minyak goreng kemasan premium, mengalami kenaikan harga dari Rp. 21.000 menjadi Rp. 22.000 perkilogram, diakibatkan berkurangnya stok minyak goreng kemasan premium di pasaran. Kenaikan harga juga terjadi pada bawang putih dari Rp. 32.000 menjadi Rp.35.000 perkilogram karena disebabkan berkurangnya stok panen bawang putih.

Kacang tanah dan kacang hijau juga mengalami kenaikan harga, masing-masing dari Rp.28.000 menjadi Rp.30.000 perkilogram. Kacang kedelai juga mengalami kenaikan dari Rp.28.000 menjadi Rp.30.000 perkilogram, keniakan harga disebabkan berkurangnya stok kacang kedelai di pasaran.

“Memang kenaikan harga ini tidak bisa kita kendalikan langsung karena sebagian besar bahan pokok dan pangan kita itu didatangkan dari luar daerah. Seperti bawang putih ya kondisinya naik, karena memang ketersediaan dari luar daerah berkurang sehingga karena pasokan berkurang dan karena mungkin juga karena sedang tidak musim panen. Terlebih juga untuk biaya transportasinya saja kan dengan kenaikan harga BBM sekarang itu, sangat berpengaruh terhadap harga jual sampai ke pasar-pasar, karena menggunakan jasa transportasi laut dan udara sehingga biaya angkutnya itukan sudah lumayan mahal. Nah itulah yang seharusnya dipahami juga oleh masyarakat kita,” ujar Kepala Bidang perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan kota Gunungsitoli Andy Laia SH MH, Sabtu (01/04/2023).

Sementara itu, ada pula jenis komoditi yang mengalami penurunan harga, seperti cabe merah biasa, dari harga Rp. 45.000 menjadi Rp. 35.000 perkilogram, harga turun karena tercukupinya stok dari hasil panen cabe merah biasa. Begitu juga dengan cabe rawit hijau dari Rp.45.000 menjadi Rp.30.000 perkilogram karena tercukupinya stok dari hasil panen cabe rawit hijau.

“Kita dari Dinas Perdagangan akan terus memastikan bahwa jangan sampai terjadi penimbunan bahan sembako. Kita secara kontinyu akan turun lapangan dan melakukan monitoring atau sidak ke beberapa lokasi dan gudang untuk memastikan tidak ada penimbunan, karena penimbunan bisa memicu kelangkaan yang dapat mengakibatkan lonjakan harga,” tutup Andy.