Rahmah El Yunusiyah, Tokoh Pejuang Kemerdekaan Wanita Minang

  • 13 Agt 2024 07:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Selain RA. Kartini, Indonesia memiliki sejumlah tokoh emansipasi wanita, salah satunya Rahmah El Yunusiyah. Meskipun nama beliau tidak sebesar Raden Ajeng Kartini, perannya cukup diperhitungkan.

Rahmah El Yunisiyah merupakan seorang reformator pendidikan Islam dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Beliau lahir di Padang Panjang dan terkenal sebagai pendiri Diniyah Putri.

Saat itu, Diniyah Putri tercatat sebagai sekolah khusus perempuan pertama. Perjuangannya mendirikan sekolah ini tidak mudah, ia harus berdebat dengan para penjajah untuk mendirikan sekolahan tersebut.

Selain memperjuangkan hak perempuan, Rahmah juga aktif di bidang pergerakan sosial, keagamaan, hingga politik. Ia juga pernah mendapatkan tanda kehormatan dari dalam dan luar negeri.

Tidak Mengenyam Pendidikan Formal

Rahmah El Yunusiyah yang lahir pada 29 Desember 1900 tepatnya di Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat, Sumateran Barat. Ia merupakan dari Syekh Muhammad Yunus dan Rafi’ah.

Seperti yang diketahui bersama, bahwa Rahma kecil tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Ia dibimbing oleh sang ayah yang merupakan seorang qadhi atau hakim agama yang juga dikenal sebagai cendekiawan Islam

Lalu kemudian, sepeninggal ayahnya, ia dibimbing oleh kakaknya hingga mahir membaca. Tidak hanya itu, Rahma juga diajari menulis Arab serta latin.

Pada saat remaja, Rahmah pernah menikah tetapi akhirnya bercerai. Setelah bercerai, Rahmah fokus untuk memperjuangkan cita-citanya untuk menghilangkan diskriminasi yang diterima perempuan.

Pada saat itu Rahma ingin setiap perempuan mengerti hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat melalui pendidikan yang layak. Namun, pada masa penjajahan, banyak perempuan yang tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan yang tinggi.

Yang Dilakukan oleh Rahmah El Yunusiyah

Namun, ruang geraknya di masyarakat pun tidak setara dengan laki-laki. Dari pemikiran itulah Rahmah kemudian dikenal dengan tokoh pendidikan pendiri Diniyah Putri pertama di Indonesia.

Pada saat Diniyah Putri didirikan pada 1 November 1923, muridnya baru 71 orang dan sebagian besar berasal dari kalangan ibu muda. Meski pada awalnya, banyak tantangan yang harus diterjang karena perempuan masih dinilai tidak perlu bersekolah.

Sekolah tersebut akhirnya berkembang dan mencakup semua jenjang pendidikan. Hal ini juga yang membuat sekolah tersebut diminati oleh banyak masyarakat khususnya perempuan.

Wafatnya Rahmah El Yunisiyah

Rahmah El Yunisiyah kemudian wafat di Padang Panjang pada 26 Februari 1969, dalam usia 68 tahun. Untuk mengenang jasa-jasanya dalam hal memperjuangkan hak perempuan di bidang pendidikan di Sumatera pada masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Rahmah kemudian diberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana. Perjuangan Rahmah juga mendapat pengakuan dari luar negeri.

Dan terbukti pada tahun 1957 ia memperoleh gelar Syaikhah dari Senat Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir. Sebuah gelar yang belum pernah di anugerahkan kepada siapun sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....