Zaahira Anak Istimewa yang Merajut Asa di Sekolah Rakyat
- 27 Agt 2026 06:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebelumnya Zaahira tinggal bersama ibu, ayah tiri, dan tujuh saudara di rumah kayu berukuran sekitar 5x3 meter
- Lingkungan rumah yang sempit dan ramai membuat Zaahira kesulitan mendapatkan ruang pribadi serta berkonsentrasi belajar
- Di Sekolah Rakyat, Zaahira memiliki kamar sendiri, waktu belajar lebih teratur, dan mulai membangun kebiasaan ibadah seperti salat lima waktu, zikir, membaca Al-Qur’an, dan berpuasa
- Suasana asrama yang lebih tenang membuat Zaahira mulai menyukai buku dan semakin fokus mengejar pendidikan
- Zaahira Ramadhani, 13 tahun, merasakan perubahan setelah bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok
RRI.CO.ID, Solok - Zaahira Ramadhani, 13 tahun, merasakan perubahan dalam hidupnya setelah bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok. Ia kini memiliki ruang belajar yang lebih tenang, kamar sendiri, serta waktu yang lebih teratur.
Sebelumnya, Zaahira tinggal bersama ibu, ayah tiri, dan tujuh saudara yang terdiri dari tiga saudara kandung dan empat saudara tiri. Mereka menempati rumah berdinding kayu bekas berukuran sekitar 5x3 meter di Koto Gaek.
Kondisi rumah yang sempit membuat Zaahira sulit mendapatkan ruang pribadi. Suara adik menangis, perbincangan keluarga, hingga keributan dari lingkungan sekitar kerap membuatnya sulit berkonsentrasi.
Kondisi tersebut dijalani Zaahira setelah kedua orangtuanya berpisah. Ibunya yang merupakan ibu rumah tangga mengandalkan penghasilan ayah tiri sebagai tulang punggung keluarga.
Namun, Zaahira tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk berhenti belajar. Setelah masuk Sekolah Rakyat, ia justru merasakan perubahan dalam kebiasaan dan kehidupannya.
“Dulu jarang sholat. Sekarang sholat lima waktu terjaga,” katanya seperti tertulis dalam rilis resmi Kemensos, Rabu 26 Agustus 2026.
Di Sekolah Rakyat, Zaahira memiliki kamar sendiri dan waktu belajar yang lebih teratur. Ia juga mengikuti kegiatan keagamaan seperti zikir, membaca Al-Qur’an, dan berpuasa.
“Di sini ada zikir, baca Al-Qur’an tiap hari, puasa juga, lebih tenang rasanya," ucapnya.
Suasana asrama yang lebih tenang turut membuat Zaahira mulai menyukai buku. Ia berharap pendidikan yang dijalaninya dapat menjadi bekal untuk meraih cita-cita sebagai pengusaha.
Ia juga ingin memiliki karier yang stabil agar dapat membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarganya. “Doain orang tua dan keluarga. Rezekinya dilancarkan, supaya hidup lebih layak,” katanya.
Zaahira berharap dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat hingga jenjang SMA. Namun, ia juga membuka peluang untuk melanjutkan ke sekolah favorit apabila mampu mempertahankan prestasinya.
Bagi Zaahira, sekolah menjadi ruang untuk menata kembali harapan di tengah kondisi keluarga yang tidak mudah. Dari rumah kayu yang sempit, ia kini mulai merajut cita-cita untuk masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarganya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....