Guru Inovatif Asal Kubar Wakili Kaltim di GTK Nasional

  • 26 Nov 2024 05:27 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Syahbandi Syahril, seorang guru asal SD Negeri 10 Bongan, kecamatan Bongan, kabupaten Kutai Barat (Kubar) jadi salah satu guru yang mewakili

Provinsi Kalimantan Timur, di Jambore Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Hebat 2024 di tingkat nasional.

Syahbandi sebelumnya meraih juara satu tingkat provinsi Kaltim, dari kategori guru adminstrasi sekolah inovatif. Saat ini ia sudah berada di Jakarta untuk melakukan presentasi dan wawancara dengan tim juri dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Mohon doanya, semoga masuk jajaran lima terbaik," tulis Syahbandi melalui media sosial, Senin (25/11/2024).

Syahbandi bahkan dua tahun berturut-turut menjuarai Jambore GTK tingkat provinsi Kaltim, dan pernah meraih juara tiga tingkat nasional tahun 2023. Untuk itu dia bertekad memberi yang terbaik agar menjadi juara pertama dan bertemu presiden Prabowo Subianto.

"Bismillah tahun ini ketemu Bapak Prabowo dan Bapak Menteri. Moga bisa menang ya Allah agar bisa salam secara langsung," ucapnya.

Inovasi Si Tibo

Sebelum berangkat ke Jakarta, Syahbandi juga mendapat penghargaan dari bupati Kutai Barat FX. Yapan dan wakil bupati Edyanto Arkan serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubar, Robertus Bandarsyah, saat Festival pendidikan di SDN 006 Damai, Sabtu (23/11/2024).

Penghargaan itu diberikan atas inovasinya menciptakan sebuah sistem administrasi sekolah yang ia beri nama Si Tibo atau Sistem Teknologi Informasi Sepuluh Bongan.

Yang mana Aplikasi Si Tibo akan merangkum arsip sekolah, surat-menyurat, dan kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah dengan menggabungkan akun belajar ID sekolah dan whatsapp bisnis.

Selain itu, melalui Si Tibo dan akun belajar tersebut, para pelajar dan guru memiliki akses terhadap materi pembelajaran yang lebih luas. Bahkan melalui aplikasi tersebut, para siswa akan belajar tentang coding.

Menurutnya, pengetahuan tentang coding sudah menjadi kebutuhan di dunia pendidikan dasar karena kemajuan teknologi yang semakin pesat. Apalagi pemerintah pusat mewacanakan untuk menerapkan mata pelajaran coding di sekolah-sekolah.

"Sesuai dengan program nasional kedepannya yaitu pembelajaran coding di sekolah dasar. Jangan pikirkan coding itu tidak cocok untuk sekolah dasar, saya dari SD 010 Bongan sudah mengembangkan itu," jelas Syahbandi saat membagikan praktik baik di hadapan para guru dan bupati Kubar.

Dia mengatakan, belajar coding melalui aplikasi Si Tibo adalah coding dasar yang cocok dengan anak-anak SD.

"Saya ingin mengenalkan pembelajaran coding dasar, tidak perlu belajar menjadi hacker, maka dari itu saya ingin membawa Si Tibo sampai ke tingkat nasional," paparnya.

Syahbandi optimis, proyek perubahan yang dia lakukan itu akan bermanfaat bagi sekolah, guru dan peserta didik.

"Memang Si Tibo ini hanya bisa digunakan di tempat yang ada jaringan internetnya tapi tidak menutup kemungkinan karena kita juga sudah ada internet Starlink yang saat ini dibagikan di sekolah-sekolah terpencil," ujarnya penuh semangat.

Selain itu, yang tidak kalah penting, Syahbandi juga membuat sistem administrasi kearsipan di sekolah dengan lebih baik. Sebab menurutnya, administrasi yang baik sangat penting agar sekolah tidak kesulitan mencari dokumen maupun arsip-arsip vital.

"Jadi pentingnya sebuah sistem arsip dan dokumen di sekolah-sekolah adalah hal untuk mengamankan sebuah arsip dan memudahkan tenaga administrasi dalam bekerja. Bagaimana seorang pengajar atau tenaga administrasi melakukan sebuah inovasi untuk membantu guru kepala sekolah dan semua warga sekolah serta membantu semua anak-anak dalam mengembangkan kapasitas yang ada di sekolah, itulah yang saya lakukan," terang tenaga administrasi SD 010 Bongan ini.

Syahbandi mengaku, banyak tenaga administrasi sekolah, termasuk tenaga perpustakaan dan laboratorium yang kurang diperhatikan. Bahkan bertahun-tahun honor. Untuk itu dia bertekad memperjuangkan nasib koleganya sesama tenaga administrasi agar mendapatkan formasi CPNS maupun PPPK.

"Kita semua adalah satu kesatuan tidak terpisah jadi saat ini saya lagi berjuang dua tahun berturut-turut. Tahun kemarin gagal tapi tahun ini saya yakin saya harus bisa lolos ke nasional niatan saya untuk bisa menjuarai nasional adalah terbukanya pemerintah agar tenaga administrasi sekolah, tenaga perpustakaan sekolah, tenaga laboratorium sekolah bisa dapat formasi P3K," imbuh pria yang bekerja di SDN 10 Bongan sejak 2018 itu.

Syahbandi pun memotivasi teman-temannya agar selalu membawa perubahan dan menciptakan inovasi di sekolah masing-masing.

"Semoga bisa menginspirasi kita sekalian dan selalu memandang lebih tenaga administrasi di sekolah karena tenaga administrasi sekolah adalah bagian penting dari sekolah, kalau bukan kami siapa lagi kalau bukan sekarang kapan lagi," tutup Syahbandi Syahril.

Bupati Kubar, FX Yapan juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan Syahril. "Saya sangat bangga atas karya dan inovasi yang dilakukan ini. Semoga bisa menginspirasi guru-guru yang lain dan bermanfaat bagi sekolah di Kutai Barat," ungkap Yapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....