Profil Ignatius Suharyo, Wakil Indonesia dalam Konklaf Pemilihan Paus

  • 06 Mei 2025 23:10 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, lahir pada 9 Juli 1950 di Sedayu, Bantul, Yogyakarta, merupakan figur sentral dalam Gereja Katolik Indonesia. Sebagai Uskup Agung Jakarta dan satu-satunya kardinal asal Indonesia yang berhak mengikuti konklaf pemilihan Paus, beliau memegang peranan penting dalam struktur kepemimpinan Gereja Katolik global.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Seminari Tinggi Mertoyudan, Magelang, Suharyo melanjutkan studi di IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta, dan meraih gelar sarjana dalam bidang Filsafat dan Teologi pada 1976. Beliau kemudian melanjutkan studi doktoral di Universitas Kepausan Urbaniana, Roma, Italia, dan memperoleh gelar doktor dalam Teologi dengan disertasi mengenai implikasi eklesiologis dari narasi Perjamuan Terakhir menurut Lukas pada 1981..

Pada 26 Januari 1976, Suharyo ditahbiskan sebagai imam Keuskupan Agung Semarang. Beliau kemudian mengemban berbagai tugas penting, termasuk menjadi Uskup Agung Koajutor Jakarta pada 2009 dan Uskup Agung Jakarta pada 29 Juni 2010, menggantikan Julius Kardinal Darmaatmadja. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Uskup Militer Indonesia sejak 2006 dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia sejak 2012.

Pada 5 Oktober 2019, Paus Fransiskus mengangkat Suharyo sebagai kardinal dalam sidang konsistori di Vatikan. Pengangkatan ini menandai beliau sebagai kardinal ketiga asal Indonesia, setelah Justinus Kardinal Darmojuwono dan Julius Kardinal Darmaatmadja. Sebagai kardinal, Suharyo memiliki hak untuk memilih Paus dalam konklaf dan menjadi penasihat bagi Paus dalam urusan gerejawi.

Peran dalam Konklaf Pemilihan Paus

Setelah wafatnya Paus Fransiskus pada April 2025, Suharyo menjadi satu-satunya kardinal asal Indonesia yang berhak mengikuti konklaf pemilihan Paus baru. Keikutsertaan beliau dalam konklaf ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap kontribusi Gereja Katolik Indonesia dalam kancah global.

Rekan-rekan sejawat menggambarkan Suharyo sebagai pribadi yang sederhana, cerdas, dan bijaksana. Meskipun memiliki pengetahuan teologis yang mendalam, beliau dikenal dengan gaya komunikasi yang sederhana namun penuh makna. Sikap tegas namun lembut dalam menyampaikan pendapat menjadikannya panutan di kalangan umat Katolik Indonesia.

Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo bukan hanya seorang pemimpin gerejawi, tetapi juga simbol kerukunan dan harmoni antarumat beragama di Indonesia. Keberadaannya dalam konklaf pemilihan Paus memperkuat posisi Indonesia dalam kancah Gereja Katolik dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....