Paket Tol Gass Prioritaskan Swasembada Pangan, Air, dan Energi

  • 28 Okt 2024 15:54 WIB
  •  Ende

KBRN, Lembata: Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata nomor urut 2, Thomas Ola Langoday dan Gaudensius Mado Huar Noning dari Paket Tol Gass, mengemukakan visi mereka untuk mewujudkan swasembada pangan, air, dan energi di Kabupaten Lembata. Dalam debat publik pertama yang diselenggarakan KPU Kabupaten Lembata pada Sabtu, (26/10/2024), Thomas Ola menggarisbawahi pentingnya upaya tersebut dalam mempercepat pembangunan daerah.

Thomas Ola menjelaskan bahwa meskipun Lembata telah menikmati berbagai kemajuan sejak meraih otonomi 25 tahun lalu, masih banyak tantangan yang perlu diatasi. Salah satu tantangan utama adalah status kabupaten tertinggal yang disandang Lembata saat ini. Dengan mengusung slogan "Taan Tou Membangun Lembata Berperadaban Maju dan Berkelanjutan," pasangan ini memiliki misi besar untuk mengentaskan Lembata dari ketertinggalan.

Di antara program utama yang ditawarkan Paket Tol Gass adalah pembangunan bendungan di wilayah utara Lembata, yang diharapkan dapat mendukung pasokan air, pengairan untuk pertanian, serta sektor peternakan dan pariwisata. Thomas menyebutkan bahwa proyek ini juga melanjutkan inisiatif sebelumnya dari almarhum Yantje Sunur di kawasan wisata Wei Lae.

"Kita harus mempunyai bendungan di Utara Lembata untuk menjangkau pasokan air, menjangkau air baku, pertanian, peternakan, konservasi air dan wisata Wei Lae harus dilanjutkan karya ama Yantje Sunur," ujarnya.

Paket Tol Gass juga menekankan peningkatan pelayanan kesehatan dengan mengoptimalkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di rumah sakit dan puskesmas, serta memberikan beasiswa strategis untuk meningkatkan sumber daya manusia lokal. Tak hanya itu, mereka berencana memfasilitasi nelayan dengan infrastruktur yang memadai agar dapat mengelola kekayaan laut Lembata yang masih belum tergarap optimal.

"Lembata kaya akan sumber daya laut tetapi masih perawan. sehingga perlu fasilitas infrastruktur yang memadai untuk mengelola kekayaan laut kita," kata Thomas.

Thomas menambahkan bahwa seluruh rencana pembangunan ini akan dilakukan berdasarkan nilai-nilai agama, adat, dan budaya yang kuat di tengah masyarakat Lembata. Mereka berkomitmen untuk menjadikan Lembata sebagai kabupaten yang maju, mandiri, dan berkelanjutan di masa depan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....