AMAN Apresiasi Sikap Uskup Ende Tolak Proyek Geotermal
- 10 Jan 2025 19:40 WIB
- Ende
KRBN, Ngada : Sikap tegas Uskup Mgr. Paulus Budi Kleden SVD menolak proyek Geotermal di tiga Kevikepan di wilayah Keuskupan Agung Ende mendapat apresiasi dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga. Penolakan itu dinilai sebagai langkah berani untuk menyelamatkan lingkungan dan hak masyarakat adat.
Ketua AMAN Nusa Bunga, Maximilianus Herson Loi, mengapresiasi Uskup Kleden yang secara terbuka menyatakan sikapnya terhadap proyek Geotermal di Kevikepan Ende, Ngada, dan Nagekeo. Langkah itu sebagai bentuk kepedulian gereja terhadap kerusakan lingkungan yang mulai terjadi akibat proyek serupa di Mataloko dan Sokoria.
"Kami mendengar pernyataan sikap Keuskupan Agung Ende dan mengapresiasi keberanian ini. Kami berharap sikap ini memotivasi keuskupan lain di Flores untuk ikut bersuara," ujar Maximilianus, Jumat (10/1/2025), di sela Rakerwil VI AMAN di Bosiko, Ngada.
Maximilianus menyoroti pentingnya solidaritas dari empat keuskupan lainnya di Flores, yaitu Maumere, Larantuka, Ruteng, dan Labuan Bajo. Menurutnya, sikap kolektif gereja sangat dinantikan masyarakat adat untuk menghadapi proyek yang dianggap merusak ekosistem.
AMAN Nusa Bunga menegaskan penolakannya terhadap proyek Geotermal di Flores dan Lembata. Dalam Rakerwil VI, organisasi ini memprioritaskan isu lingkungan dan hak masyarakat adat, termasuk konflik agraria yang semakin kompleks.
"Pembangunan ekstraktif seperti Geotermal membawa dampak serius pada ekologi dan kehidupan masyarakat adat. Kami menolak semua bentuk pembangunan yang merusak lingkungan di Flores-Lembata," tegas Maximilianus.
Ia mengungkapkan terdapat 18 titik eksplorasi Geotermal di wilayah adat Flores dan Lembata.
Selain isu Geotermal, Rakerwil juga membahas persoalan agraria yang melibatkan konflik horizontal antarwarga dan konflik vertikal dengan pemerintah atau perusahaan. Maximilianus menyerukan perlindungan tanah adat agar tidak tergeser oleh kepentingan pembangunan yang merugikan masyarakat lokal.
Sikap Uskup Kleden diharapkan menjadi pemantik gerakan lebih luas dalam melindungi ekologi dan hak masyarakat adat. " "Artinya bahwa kita berharap, pernyataan Bapa Uskup Ende, bisa memantik munculnya sikap yang sama dari empat Keuskupan lainnya di Flores," ujar Maximilianus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....