​Upacara Ngeruak Menandai Dimulainya Proyek MRT atau Bali Urban Subway

  • 04 Sep 2024 21:09 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Badung: Pembangunan Transit Oriented Development (TOD) Proyek Bali Subway diawali dengan prosesi pengeruwakan atau upacara membuka lahan.

Upacara Ngeruwak ini sekaligus mengubah status lahan untuk difungsikan menjadi bangunan penunjang aktivitas manusia. Upacara ini bertempat di Sentral Parkir Kuta, Kabupaten Badung, Rabu (4/9/2024).

Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya mengatakan, upacara pengeruwakan ini mengandung makna penyucian alam semesta, upaya harmonisasi alam dan diri manusia, sehingga pembangunan koridor transportasi massal berbasis kereta Subway MRT Bali dapat berjalan aman dan lancar.

“Jadi hari ini kita bukan groundbreaking tetapi melaksanakan upacara pengeruwakan yang berasal dari kata Ngeruak yang artinya membuka dalam hal ini dimaknai sebagai upacara membuka lahan sekaligus mengubah status lahan untuk difungsikan menjadi bangunan penunjang aktivitas manusia.” ucap SM. Mahendra Jaya.

Menurut Mahendra Jaya, dengan jumlah wisatawan yang datang ke Bali terus meningkat setiap tahun, harus disiapkan fasilitas publik yang disesuaikan dengan kondisi alam dan geografis Pulau Dewata. Mahendra Jaya mengungkapkan, tahun 2023 jumlah Wisatawan Mancanegara yang datang ke Bali mencapai 5.273.258 orang dan sekitar 10 juta wisatawan domestik.

Jumlah ini sudah mendekati kunjungan wisatawan sebelum pandemi covid 19.

“Target kita 7 juta wisatawan mancanegara di tahun 2024, kalau 2023 kita kemarin bisa, di tahun 2019 6.275.210. Jadi kita berharap 2024 ini bisa melebihi daripada 2019 tapi saya yakin bisa dan ini akan terus bertumbuh apalagi nanti transportasi publiknya sudah semakin baik.” pungkasnya.

Mahendra Jaya menambahkan, pengembangan transportasi massal berbasis kereta di Bali merupakan kerja besar yang membutuhkan dukungan dan kerjasama dari berbagai pemangku kepentingan.

Pembangunan Subway Bali akan dilaksanakan dalam 4 tahap pengerjaan. Yakni, fase satu yang meliputi Bandara I Gusti Ngurah Rai-Kuta Sentral Parkir-Seminyak-Berawa-Cemagi. Kemudian, fase dua, Bandara I Gusti Ngurah Rai-Jimbaran-Unud-Nusa Dua. Fase ketiga dan keempat masih tahap uji kelayakan.

Untuk tahap pertama dan kedua, proyek ini ditargetkan rampung pada awal tahun 2028 dan keseluruhannya pada tahun 2031. Total nilai investasi untuk dua fase pertama adalah USD10,8 miliar, sedangkan untuk keseluruhan empat fase adalah USD 20 miliar. Proyek ini akan dibangun oleh PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) dan PT Bumi Indah Prima (BIP), yang akan bekerja sama untuk membangun terowongan, rel kereta bawah tanah, dan infrastruktur utilitas pendukung.

Infrastruktur utilitas pendukung tersebut meliputi telekomunikasi, tenaga listrik, air minum, sampah, dan limbah. Proyek ini merupakan tonggak bersejarah yang akan membawa kemajuan bagi masyarakat Bali, terutama dalam pariwisata dan transportasi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....