Angka Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Lombok Timur Tinggi

  • 27 Agt 2024 20:12 WIB
  •  Mataram

KBRN, Lombok Timur: Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lombok Timur masih menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah Lombok Timur. Untuk itu komitmen kuat dalam mencegahnya terus dilakukan berbagai pihak di Lombok Timur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur, H. Ahmad, mengungkapkan, kasus kekerasan masih menjadi temuan pihaknya di lapangan terutama kekerasan seksual. Berbagai regulasi dan kebijakan telah disusun oleh pemerintah untuk menangani persoalan ini, termasuk pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Kekerasan. Meski demikian, implementasi Satgas tersebut dinilai belum maksimal.

"Kedepan, pihaknya akan lebih fokus pada pengawasan dan sosialisasi, sehingga kebijakan yang dibuat pemerintah bisa sampai ke masyarakat," ucapnya, Selasa (27/8/2024).

Ditambahkan H. Ahmat, berdasarkan data DP3AKB Lombok Timur, hingga tahun 2024, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) paling dominan dengan jumlah 60 kasus. Kemungkinan masih banyak kasus yang belum terlaporkan sehingga DP3AKB berupaya menjangkaunya.

"Selain kasus KDRT, kekerasan seksual terhadap anak juga tercatat tinggi, mencapai 43 kasus, masih menjadi perhatian serius meski angka itu mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya hampir mencapai angka seratus," ucapnya.

H. Ahmat berharap tren penurunan angka kekerasan terus berlanjut di tahun 2024 melalui langkah-langkah strategis yang telah disiapkan. Termasuk meningkatkan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya melaporkan setiap kasus kekerasan yang terjadi.

H. Ahmat juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menekan angka kekerasan di wilayah ini. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Lombok Timur dapat menjadi tempat yang lebih aman bagi perempuan dan anak-anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....