Angka Kekerasan Anak di Bali Meningkat

  • 26 Agt 2024 15:46 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Angka kasus kekerasan terhadap anak di Pulau Dewata cukup tinggi. Berdasarkan data dari Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali, tercatat pada tahun 2023, angka kasus kekerasan terhadap anak sebesar 396 kasus.

Ketua Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali Ni Luh Gede Yastini kepada RRI di Denpasar, Senin (26/08/2024) mengatakan berdasarkan angka kasus kekerasan terhadap anak di Bali meningkat. Jika dibandingkan tahun 2022 lalu, angka kasus kekerasan terhadap anak hanya 377 kasus, sementara tahun 2023 naik menjadi 396 kasus.

Adapun kasus kekerasan terhadap anak didominasi kekerasan seksual, disusul kekerasan fisik, pshykologi, konflik pengasuhan dan lainnya. Sementara pada tahun 2024 ini pihaknya belum mendata secara rinci kasus kekerasan yang terjadi pada anak, namun berdasarkan data yang masuk didominasi kekerasan seksual.

“Kasusnya ini cukup variatif, ada yang dilakukan oleh keluarganya bapaknya, kakeknya, om nya, tetangga kost maupun melalui media sosial”, terangnya.

Luh Gede Yastini lebih lanjut mengatakan, masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Bali lantaran factor kesadaran yang menganggap anak itu adalah property atau barang yang bisa diperlakukan sesuka hati. Menangani persoalan tersebut, kata Yastini perlu kehadiran keluarga untuk memberikan edukasi, pengawasan dan informasi kepada anak.

“Membangun kemampuan anak untuk mengetahui hal-hal yang baik, kemudian mengetahui hal – hal yang boleh maupun tidak boleh dilakukan, ini harus terus diberikan edukasi karena banyak diantara orang tua yang belum memberikan informasi kepada anak”, bebernya.

Ia menambahkan edukasi kepada anak melalui literasi digital sangat penting diberikan kepada anak. Demikian halnya ditingkat sekolah juga harus ditekankan kembali pada kurikulum tentang perlindungan terhadap anak, termasuk di masyarakat harus memberikan atensi kepada anak untuk melakukan perlindungan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....