Transformasi dan Manajemen Efisien, InJourney Airports Raih Laba Tertinggi

  • 22 Agt 2024 17:31 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) berhasil mencatatkan laba bersih hampir mencapai Rp 900 miliar pada semester I 2024. Pencapaian ini melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang ditetapkan sebesar Rp 547 miliar, dengan realisasi mencapai 164% dari target. InJourney Airports, yang merupakan anak perusahaan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) dan berperan sebagai subholding di sektor jasa kebandarudaraan, saat ini mengelola dua entitas besar yaitu PT Angkasa Pura I (AP1) dan PT Angkasa Pura II (AP2).

Kinerja keuangan yang impresif ini didorong oleh peningkatan Pendapatan Usaha dari kedua entitas tersebut. AP1 dan AP2 masing-masing mencatat Pendapatan Usaha sebesar Rp 4,53 triliun dan Rp 5,15 triliun, dengan total Pendapatan Usaha gabungan mencapai Rp 9,68 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan 7% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023, yang tercatat sebesar Rp 9,05 triliun.

Peningkatan tersebut seiring dengan transformasi dan integrasi bandara yang sedang berjalan, serta disiplin dalam menjaga efisiensi biaya. Secara rinci, AP1 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 456 miliar, jauh melampaui target RKAP sebesar Rp 148 miliar atau 308% di atas target. Sementara itu, AP2 juga mencatat laba bersih sebesar Rp 441 miliar, melebihi target RKAP yang ditetapkan sebesar Rp 399 miliar atau 111% di atas target.

Kinerja positif ini juga terlihat dari peningkatan EBITDA InJourney Airports yang tercatat sebesar Rp 4,75 triliun, atau 104% di atas target RK AP, serta tumbuh 18% dibandingkan semester I 2023. Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini.

“Kami sangat bersyukur dengan capaian kinerja keuangan semester I 2024 yang sangat positif, serta berhasil melampaui target yang ditetapkan. Capaian ini tentunya didukung oleh kinerja operasional di bandara-bandara InJourney Airports yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif,” ujarnya.

Faik Fahmi menambahkan, selama semester I 2024, InJourney Airports telah melayani sebanyak 75 juta pergerakan penumpang, meningkat 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan mencapai tingkat pemulihan (recovery rate) sebesar 93% dibandingkan semester I 2019.

“Artinya, saat ini kami berada di jalur yang sangat baik untuk terus mencatatkan kinerja positif, serta untuk merealisasikan target full recovery,” tegasnya.

Sebagai bagian dari program transformasi bandara, InJourney Airports berencana terus meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa bandara. Transformasi ini mencakup peningkatan kualitas infrastruktur bandara, manajemen operasional berbasis ekosistem, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berorientasi pada pelanggan dan berstandar global.

Faik Fahmi juga mengungkapkan bahwa transformasi ini akan menghadirkan wajah baru di beberapa bandara utama di Indonesia, seperti beautifikasi terminal Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, optimalisasi kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali dari 24 juta penumpang per tahun menjadi 32 juta penumpang per tahun, serta pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar dari 7 juta penumpang per tahun menjadi 15 juta penumpang per tahun.

“Tujuan dari transformasi ini adalah menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan melalui perubahan pola pikir dan manajemen dalam memberikan pelayanan. Kami ingin mewujudkan transformasi dari operational excellence menjadi value excellence, sehingga bandara-bandara yang kami kelola dapat menjadi kebanggaan bangsa,” tutup Faik Fahmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....