Perkuat Investasi, South Borneo Investment Forum 2024 Digelar

  • 13 Agt 2024 14:35 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat iklim investasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan South Borneo Investment Forum (SBIF) 2024. Acara ini diadakan di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Selasa (13/8/2024), dengan fokus pada pemaparan berbagai proyek investasi strategis dan peluang kerjasama.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi dalam sambutannya menekankan, pentingnya investasi sebagai motor penggerak utama dalam mencapai target ekonomi Indonesia Emas 2045. Sebagai bagian dari upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi tinggi pada tahun 2038-2041, pihaknya memandang investasi sebagai kunci untuk mencapainya.

“Pertumbuhan GDP yang dibutuhkan sebesar 6-7 persen per tahun memerlukan dukungan dari berbagai sektor, termasuk yang ada di Kalimantan Selatan," ujarnya.

Fadjar menambahkan, SBIF 2024 adalah kesempatan emas untuk menjalin kemitraan strategis dan mengeksplorasi berbagai peluang investasi yang dapat memperkuat perekonomian daerah. Pihaknya berharap forum ini dapat menjadi platform bagi investor, untuk lebih memahami potensi investasi di Kalimantan Selatan dan bagaimana mereka dapat berkontribusi pada transformasi ekonomi yang sedang berlangsung.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, sangat mendukung pelaksanaan SBIF 2024. Dengan berbagai proyek investasi unggulan yang diperkenalkan dalam forum ini, diharapkan dapat menarik minat investor dan mitra bisnis untuk bergabung dalam upaya pengembangan daerah.

“Kami sangat gembira menyambut pelaksanaan SBIF 2024, yang kami anggap sebagai langkah penting dalam memajukan perekonomian Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Roy menambahkan, Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam berbagai sektor yang siap untuk dikembangkan melalui investasi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk menyediakan dukungan maksimal bagi proyek-proyek investasi, mulai dari penyederhanaan regulasi hingga pembangunan infrastruktur.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan sektor swasta akan mempercepat pencapaian tujuan ekonomi kami dan berkontribusi pada Indonesia Emas 2045.” katanya.

SBIF 2024 akan menyediakan sesi one-on-one meeting dengan investor untuk proyek-proyek yang ready to offer serta clean & clear berdasarkan IPRO Challenge 2023 dan 2024. Sesi one-on-one ini memberikan kesempatan kepada investor untuk mendalami peluang investasi dan skema kerjasama.

“Ini merupakan platform strategis untuk membahas lebih lanjut mengenai potensi dan dukungan yang tersedia dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Berbagai proyek investasi yang ditawarkan, antara lain: PLTA Kusan – Kab. Tanah Bumbu Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan investasi senilai Rp2,7 Triliun. Project Owner: DPMPTSP Kab. Tanah Bumbu. Budidaya Ikan Bandeng Terintegrasi Industri Pengalengan – Kab. Tanah Bumbu.

Proyek budidaya ikan bandeng yang terintegrasi dengan industri pengalengan investasi sebesar Rp255 Miliar. Project Owner: DPMPTSP Kab. Tanah Bumbu. Budidaya Ikan Gabus Terintegrasi dengan Industri Pengolahannya – Kab. Tanah Bumbu.

Proyek budidaya ikan gabus dengan fasilitas pengolahan terintegrasi dengan total investasi sebesar Rp96,5 Miliar. Project Owner: DPMPTSP Kab. Tanah Bumbu. Industri Oleokimia – Kab. Tanah Bumbu.

Pengembangan industri oleokimia dengan total investasi sebesar Rp2,2 Triliun. Project Owner: Dinas Perindustrian.

Waste Management System – Banjarbaru. Sistem pengelolaan limbah oli bekas dan B3 rumah sakit dengan total investasi sebesar Rp30 Miliar. Project Owner: Dinas Lingkungan Hidup, Hotel Aerocity – Banjarbaru.

Proyek pembangunan hotel dengan standar internasional dengan total investasi sebesar Rp84 Miliar. Project Owner: DPMPTSP Kota Banjarbaru.

RPU Modern – Banjarmasin Revitalisasi pasar pemotongan ungags tradisional menjadi pemotongan modern dengan total investasi sebesar Rp23,3 Miliar. Project Owner: DPMPTSP Kota Banjarmasin & DKP3 Banjarmasin.

Industri Cabai Hiyung – Kab. Tapin. Pengembangan industri cabai hiyung secara end-to-end dengan total investasi sebesar Rp260,37 Miliar. Project Owner: Dinas Perdagangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....