Sinden: Pengertian, Sejarah dan Peran Dalam Pertunjukan wayang
- 02 Agt 2024 13:56 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Ragam kekayaan seni dan budaya di Nusantara selalu menjadi hal menarik untuk diketahui. Begitupun dengan seni yang ada pada masyarakat Jawa.
Bernyanyi mengiringi gamelan adalah hal yang biasa dilakukan oleh seorang Sinden dengan tembang maupun gendhing-gendhing Jawa. Keberadaan Sinden memiliki peran penting, baik dalam sebuah pertunjukan Wayang Kulit maupun Wayang Orang. Hal tersebut disampaikan oleh Sulisno, S.Sn., MA pada Rabu, 31 Juli 2024 dalam acara Sambung Roso di Pro.4 RRI Banjarmasin.
"Secara sederhana Sinden adalah seorang penyanyi tembang Jawa khususnya karawitan. Istilah Sinden diperkirakan ada di era Mataram Islam. Jika perempuan menyanyi sendiri dengan gendhing yang disajikan dalam pertunjukan wayang atau klenengan disebut Sinden maka berbeda dengan laki-laki yakni namanya Gerong. Gerong itu biasanya seperti paduan suara yang bernyanyi dengan iringan gamelan." Kata Ki Sulis, Panggilan akrabnya.
Sulisno, S.Sn., MA Dosen Seni salah satu Perguruan Tinggi di Banjarmasin itu juga mengungkapkan bahwa pada pertunjukan jaman dulu Sinden hanya satu atau dua orang saja. Posisinyapun duduk dibelakang, namun sejak era Dalang Ki Narto Sabdo posisi Sinden kemudian berubah disebelah kanan Dalang dan menghadap penonton.
Selain memilki keahlian vokal yang baik, para Sinden juga mampu menari dan bahkan tidak jarang membuat lelucon dalam pertunjukan wayang. Kemampuan itu menjadikan suasana pertunjukan semakin hidup. Sedangkan kebiasaan lain pada Sinden adalah terlihat pada penampilannya yang anggun, khas dengan busana kebaya dan sanggul.
Kehadiran Sinden tidak sekedar melengkapi iringan musik gamelan saja namun juga sekaligus sebagai cerminan nilai budaya.
"Jika dulu Sinden hanya tampil sendiri, sehingga juga ada sebutan lain yakni Waranggono. Maka pada perkembangan saat ini, Sinden bisa tampil lebih dari dua atau tiga orang dalam sebuah pertunjukan. Sinden juga harus bisa melakukan berbagai improvisasi agar tidak monoton dalam pementasannya. Bahkan untuk menjadi seorang Sinden juga ada yang melakukan ritual khusus." kata Ki Sulis.
Lebih jauh Ki Sulis mengatakan, bahwa Sinden itu bukan seorang penyanyi biasa. Kemampuan olah vokal dengan teknik khusus dalam bernyanyi yakni teknik Sindhenan menjadikan seorang Sinden merupakan sebuah warisan budaya.
Teknik-teknik Sindhenan menghasilkan suara merdu seperti Nyi Tjondrolukito yang terkenal dengan tembang Uler Kambang, kemudian Waldjinah, Nurhana maupun Sunyahni dan tentu saja masih banyak lagi para Sinden yang lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....