Miliki Sesar Sunda, Pandeglang Berpotensi Diguncang Gempa 7,2 Magnitudo

  • 01 Agt 2024 15:25 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada satu sesar lokal aktif yang berada di kawasan Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang. Sesar lokal itu dinamakan Sesar Sunda, yang menyimpan potensi gempa bumi besar.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Geofisika Tangerang, Dinda Ayu menyebut, Sesar Sunda memiliki kekuatan gempa maksimal 7,2 magnitudo sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan yang parah. Apalagi sesar lokal ini sudah diteliti dan pernah memiliki sejarah gempa besar di zaman purba.

Untuk sesar lokal yang ada di Banten sementara saat ini yang sudah teridentifikasi itu baru ada satu, namanya sesar Sunda letaknya dekat Ujung Kulon. Kekuatan maksimalnya bisa di estimasi 7,2 (magnitudo),” kata Dinda kepada RRI, Kamis (1/8/2024).

Baca juga: Tiga Rumah di Pandeglang Rusak Akibat Gempa Bayah

Namun begitu, Dinda memastikan bahwa sesar ini berbeda dengan megathrust, yang juga berpotensi melanda Kabupaten Pandeglang dan sejumlah daerah di Pulau Jawa. Karena dia menegaskan, Sesar Sunda berada di daratan, sedangkan megathrust berada laut.

“Kalau Megathrust itu kan patahan juga tapi besar, maka kita sebut megathrust. Kalau Sesar yang ada di darat itu biasanya saya sesar kecil, lokal, kayak Sesar Cimandiri, terus ada Sesar Semangko di Sumatra, ada juga Garsela di Garut,” ujar dia.

“Efeknya sebenarnya kalau sesar lokal itu masyarakat lebih merasakan kalau terjadi gempa, karena memang dia posisinya di darat. Namun hanya masyarakat sekitar saja. Kalau Megathrust karena dia letaknya di lempeng laut, jadi misalnya ada gempa di Selatan Banten, itu teman-teman yang ada di Lampung atau di Jawa Barat bisa merasakan karena kan bidangnya luas, ya,” kata Dinda.

Baca juga: Gempa Bayah Tidak Berkaitan dengan Gempa Sumedang

Tidak hanya itu, Sesar Sunda ini juga tidak berkaitan dengan aktivitas kegempaan yang hampir setiap hari terjadi di Selatan Pandeglang. Mengingat sumber gempa yang sering melanda Banten, disebabkan adanya aktivitas dalam lempeng Indo-Australia.

“Kalau Sesar Sunda itu sebenarnya lebih ke local, berarti dia akan ada aktivitasnya di situ aja, di Ujung Kulon. Kalau misalnya di sebelah selatan itu banyak aktivitasnya memang dari Megathrust atau dari intraslab, dari tumbukan lempeng, si Indo-Australia itu menghujam Eurasia, semakin lama kan dia bergerak terus ya itu akan tetap menimbulkan epicenter-epicenter terbaru, gempa-gempa baru,” ucap dia.

Dinda mengungkapkan, walaupun saat ini baru tercatat satu sesar lokal yang ada di Banten, namun bukan tidak mungkin nantinya akan ada sesar lokal baru yang terdeteksi. Sebab saat ini tengah dilakukan penelitian terhadap Sesar Walat yang juga berada di Banten Selatan.

Baca juga: Tingkatkan Kesiapsiagaan, PMI Cilegon Gelar Simulasi Bencana Gempa Bumi

Kalau misalnya kita ngelihat dari sejarah sesarnya itu, sebenarnya disebelah selatan Banten itu, ya berarti ada di Kabupaten Pandeglang dan Lebak, itu ada namanya Sesar Walat, tapi itu masih dalam tahapan penelitian juga,” katanya.

Meski terdapat Sesar Sunda yang mempunyai daya gempa yang besar, Dinda mengingatkan masyarakat tidak panik. Masyarakat justru diimbau untuk mengenali lingkungan dan meningkatkan mitigasi. Masyarakat juga dituntut untuk mampu melakukan evakuasi mandiri tanpa harus menunggu arahan pemerintah ketika merasakan gempa maupun bencana alam lainnya.

“Mitigasi diri kalau ada gempa, jangan langsung lari tapi lindungi kepala dan leher. Kemudian tetap mencari informasi yang dapat dipercaya, jangan cepat panik pada informasi yang belum tentu kebenarannya. Harus dikonfirmasi juga bisa melalui kanal-kanal kami di BMKG untuk kroscek kebenarannya,” ujar Dinda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....