Sopir Angkot Balikpapan Tolak Bis Balikpapan City Trans

  • 17 Jul 2024 18:49 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Balikpapam : Ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Balikpapan menggelar aksi unjuk rasa, menolak keberadaan Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal, dan Nyaman (TEMAN) bus, yakni Balikpapan City Trans (Bacitra). Aksi ini berlangsung di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Balikpapan Kota, tepatnya di depan Balai Kota dan gedung DPRD Kota Balikpapan, Rabu (17/7) pukul 10.00 Wita.

Ratusan angkot dari delapan trayek memenuhi dua ruas jalan di kawasan tersebut. Para sopir meminta sopir angkot lainnya yang membawa penumpang agar menurunkan penumpangnya dan turut serta dalam aksi. "Tuntutan kami hanya satu, yaitu menolak bus Bacitra," tegas Hendra, koordinator aksi solidaritas sopir angkot dalam orasinya.

Hendra mengungkapkan bahwa pendapatan mereka menurun sejak uji coba bus Bacitra dimulai. "Kami merasa hancur dan tidak bisa lagi menghidupi keluarga. Pendapatan harian kami yang biasanya mencapai Rp 100 ribu kini menurun drastis," katanya.

Setelah orasi, Hendra dan dua rekannya melakukan audiensi dengan pejabat Pemerintah Kota Balikpapan. "Wali kota merespon tuntutan kami dan uji coba bus dihentikan mulai hari ini," ujar Hendra. Keputusan ini disambut baik oleh para sopir angkot lainnya.

Asisten Tata Pemerintahan Kota Balikpapan, Zulkifli, menyampaikan bahwa bus Bacitra merupakan uji coba dari Kementerian Perhubungan untuk mengukur kebutuhan transportasi di Balikpapan. Uji coba bus akan dihentikan sementara hingga 1 Agustus, dan akan kembali beroperasi hingga 20 Agustus untuk mendukung acara HUT RI di IKN.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Adward Skenda Putra, menambahkan bahwa evaluasi uji coba akan melibatkan perwakilan trayek, Serikat Pekerja Transpor Indonesia (SPTI), dan Forum Pengusaha Angkot. Adward juga menekankan pentingnya angkot yang beroperasi memiliki izin trayek dan laik operasi.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud, menyatakan akan menyampaikan aspirasi sopir angkot ke pemerintah pusat. Ia menekankan bahwa sebagai penopang Ibu Kota Nusantara, Balikpapan harus memiliki fasilitas transportasi umum yang memadai.(oki)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....