Petani Cengkeh Keluhkan Penurunan Harga

  • 16 Jul 2024 16:47 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud : Para petani cengkeh di Desa Kiama, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, mengeluhkan penurunan harga cengkeh yang terus terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Penurunan harga ini membuat para petani kesulitan dalam mengimbangi biaya produksi dan kehidupan sehari-hari.

Steven Tatilang seorang petani di Desa Kiama mengatakan, harga cengkeh yang sebelumnya mencapai Rp120.000 per kilogram, kini turun drastis menjadi hanya sekitar Rp80.000 per kilogram. "Harga cengkeh skarang so turun sekali dari Rp.120.000 turun Rp 92.000 kong skarang so lebe taturun lagi tinggal Rp 80.000," katanya penuh kekuatiran. Ia juga menambahkan agar cengkeh yang ada tidak lewat masa panen, Ia menggunakan jasa orang lain, ditakutkan hasil penjualan tidak bisa lagi membayar jasa tersebut. "so nyanda mo dapa bayar orang banae, sedangkan dorang minta per cupak Rp 2.500 dari hasil penjualan cengkeh".

Menurut Steven Penurunan harga ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk meningkatnya pasokan cengkeh di pasar dan faktor cuaca. "samua bapanen skarang bukan Cuma di kiama,tambah ley skarang ujang-ujang"ungkapnya.

Diharapkan, pemerintah dapat turun tangan untuk membantu mengatasi masalah ini. Para petani meminta adanya bantuan dari pihak terkait sehingga dapat menjaga stabilitas harga cengkeh di pasaran. "torang harap Pemerintah boleh mo bantu patorang kase stabil ini harga cengkeh, " ucapnya.

Dengan adanya penurunan harga yang terus terjadi, masa depan para petani cengkeh menjadi semakin tidak pasti. Mereka berharap ada solusi yang segera diambil untuk mengatasi krisis ini dan memastikan keberlanjutan hidup mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....