PMI Provinsi NTT Apresiasi Kepalangmerahan di Kabupaten Belu
- 13 Jul 2024 12:37 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan apresiasi atas terselenggaranya orientasi kepalangmerahan bagi Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Belu masa bakti 2023-2028. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan pengurus PMI agar mampu menjalankan kerja kemanusiaan di Kabupaten Belu serta mendukung pemerintah dalam penanggulangan bencana.
Ketua PMI Provinsi NTT melalui Sekertaris PMI NTT, Seferinus Poso, menekankan bahwa PMI sebagai kemanusiaan harus berpedoman pada tujuh prinsip gerakan dasar gerakan internasional Palang Merah dan bulan sabit merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.
PMI di Indonesia beroperasi berdasarkan mandat undang-undang nomor 1 tahun 2018 tentang kepalangmerahan yang mengamanatnatkan PMI untuk mendukung pemerintah dalam penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan dan sosial, penyediaan dan pelayanan darah, pengembangan organisasi, diseminasi kepalangmerahan, serta pembinaan dan peningkatan kapasitas anggota PMI.
"PMI kerupakan satu-satunya Ormas yang memiliki undang-undang sendiri sebagai organisasi kemanusiaan yang berbadan hukum," kata Seferinus. Sabtu, (13/7/2024).
Ia menambahkan bahwa pengurus PMI Kabupaten Belu masa bakti 2023-2008 memerlukan peningkatan kapasitas tentang kepalangmerahan agar mampu menjalankan kerja kemanusiaan di wilayah Kabupaten Belu, yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, dan menjadi garda terdepan Indonesia.
"Kondisi ini merupakan modal besar bagi PMI Kabupaten Belu sebagai perpanjangan tangan PMI provinsi dan PMI Pusat, serta memberikan dampak besar bagi sorotan PMI secara nasional dan internasional," ujar Seferinus.
Sejak tahun 2001, kerja sama antara PMI dan Palang Merah Timor Leste perlu dievaluasi untuk menilai implementasinya dalam mendukung karya kemanusiaan di Kabupaten Belu. Evaluasi ini mencakup respon positif dan aksi konkret dalam bentuk dukungan penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan dan sosial serta peningkatan kapasitas lintas batas.
"Saya atas nama PMI provinsi mengapresiasi dan berterima kasih kepada pengurus dan dewan kehormatan PMI Kabupaten Belu masa bakti 2023-2008 yang telah mewujudkan cita-cita terbesar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional di wilayah kerja Kabupaten Beli ini," ucap Seferinus.
Tahun ini PMI Kabupaten Belu mendapat dukungan dari PMI Pusat dan Internasional Federesian Red Cross melalui program Siap Siaga dengan empat pilar utama, kesiapnsiagaan dan respon bencana yang efektif, kerja sama strategis regional dan lintas negara serta pengarusutamaan proteksi gender dan inklusi dalam program dan layanan PMI.
Orientasi kepalangmerahan yang dilaksanakan merupakan implementasi dari pilar kedua, yaitu mendukung penguatan kapasitas internal PMI.
Setiap program kerja PMI dituntut untuk melibatkan masyarakat sebagai bentuk dukungan dan partisipasi bersama, sembari melakukan deseminasi untuk meningkatkan efektivitas kerja PMI.
"PMI harus mampu menjadi lembaga yang terbuka dengan menjunjung tinggi asas akuntabilitas dan transparansi publik.
Orientasi kepalangmerahan bagi pengurus PMI Kabupaten Belu, ini merupakan amanat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga untuk mendukung penyelenggaraan PMI yang profesional, akuntabel, sinergi, transparan, dan Integritas," ujar Seferinus.
Akhirnya, Seferinus Poso mengajak semua pihak untuk menjadi penebar bendera kemanusiaan dengan moto "berbuat baik dan bergembiralah" agar mampu menjadi penggerak solidaritas kemanusiaan. Dengan demikian PMI akan terus berkolaborasi dan berkoordinasi untuk kemajuan PMI, khususnya di Provinsi NTT.
"Mari kita ikuti kegiatan orientasi kepalangmerahan ini dengan baik dan secara sungguh-sungguh, serta menyiapkan rencana kerja yang matang untuk kejayaan PMI di wilayah kabupaten Belu," ucap Seferinus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....