Walikota Heran Pasien Mabuk Kecubung Dibawa ke RSJ

  • 13 Jul 2024 13:10 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina akhirnya turut angkat bicara, dengan fenomena maraknya penyalahgunaan kecubung akhir-akhir ini. Ibnu melihat, fenomena ini adalah akibat dari dampak negatif suatu hal yang viral di media sosial.

"Yang orang mungkin awalnya tidak tahu kalau itu bisa memabukkan, dan membuat berhalusinasi. Tiba-tiba setelah melihat mau coba-coba. Seharusnya mereka yang berpikiran logis tidak akan mencobanya," ujarnya.

Ibnu menerangkan, pihaknya akan mengevaluasi pelayanan rumah sakit, dalam menanggapi fenomena penyalahgunaan kecubung ini. Ia pun sebenarnya bingung, kenapa mereka yang terkena efek kecubung ini dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum.

"Itu kan untuk mereka yang sakit jiwa, apa dianggap orang yang terkena efek halusinasi itu orang gila atau ODG dan lainnya," ucapnya.

Menurutnya, mereka yang menjadi korban penyalahgunaan tanaman itu dibawa ke rumah sakit umum, untuk mendapatkan perawatan dan tindakan medis. Oleh karenanya, Ibnu pun mengarahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga Puskesmas untuk selalu siaga.

"Akan kita siagakan untuk terus memantau di lapangan," ucap Ibnu.

Ia juga turut meminta kepada masyarakat dan pemegang kepentingan, untuk terus melakukan pengawasan akan fenomena ini, agar tidak ada lagi korban-korban lainnya. Ia tidak menginginkan, kecubung ini malah menjadi alternatif bagi mereka yang kesulitan untuk mendapatkan narkoba, karena memiliki efek halusinasi.

"Saya harap cuma diminggu ini saja kejadian ini, tidak terus berlanjut lah," katanya.

Dari situ Ibnu pun mengungkapkan, ini tidak menutup kemungkinan mungkin saja nanti kecubung ini akan digolongkan menjadi narkoba. Sama halnya seperti ganja dan zenit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....