Masyarakat di Mempawah Ikut Pelatihan Penanganan Karhutla

  • 05 Jul 2024 14:50 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Mempawah: Selama tiga hari mulai dari 2 sampai 4 Juli 2024, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Antibar dan Desa Sejegi Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah mendapatkan pelatihan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan keahlian masyarakat dalam pencegahan, penanganan, serta pemulihan pascakebakaran.

Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Antibar ini merupakan upaya kolaboratif multisegmen dan melibatkan peran serta seperti BPBD Kabupaten Mempawah, UPT KPH Wilayah Mempawah, Manggala Agni, dan GRID sebagai narasumber.

Diharapkan masyarakat mampu menggalang kerjasama antarlembaga, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan hutan.

“Masyarakat, termasuk perempuan harus menjadi aktor perubahan yang turut bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di masa yang akan datang,” ujar Ucup sapaan Lani Ardiansyah, selaku Koordinator Gemawan wilayah Mempawah.

Ketua MPA Desa Antibar, Marsudi menyebutkan, berbagai kegiatan telah digelar, salah satunya praktik lapangan dengan memadamkan api.

“Hari ini kita di acara terakhir di mana serangkaian acara dari kemarin, hari ini kita praktik lapangan, di mana di praktik lapangan tersebut adalah bagaimana kita memadamkan api dengan baik, sesuai dengan prosedur. Untuk pengalaman ketika kita sedang berhadapan dengan api, tentu berbeda, karena ketika kita menghadapi kebakaran, maka lahan yang kebakaran itu tidak mungkin sama,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Eka Julianti salah satu perempuan anggota MPA yang berasal dari Desa Sejegi menyebut dirinya perlu pelatihan seperti ini. “Supaya jika terjadi bencana kami sudah siap untuk ikut berpartisipasi, kemudian pencegahannya juga kami harapkan lebih sedini mungkin,” katanya.

Dewan Pendiri Gemawan, Hermawansyah yang turut hadir menyampaikan bahwa Gemawan bersama MPA juga mengajak keterlibatan para pihak, Manggala Agni, BPBD Kabupaten Mempawah, UPT KPH Wilayah Mempawah atau seluruh stakeholder khususnya di Kabupaten Mempawah, agar di musim kemarau yang diprediksi BMKG pada bulan Agustus atau September ini, di setiap desa-desa yang mengikuti pelatihan ini punya langkah-langkah antisipasi ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan.

“Sekaligus dukungan pemberdayaan baik dari desa hingga kabupaten serta para pihak yang lain, mudah-mudahan kebakaran lahan yang ada di Kabupaten Mempawah ini bisa kita tekan sekecil mungkin, hingga sampai pada posisi zero burning atau bisa dikatakan Kabupaten Mempawah bebas dari kebakaran lahan pada saatnya nanti,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....