Wisata Halal di Kota Bukittinggi Perlu Dukungan Semua Pihak

  • 05 Nov 2022 19:41 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN,Bukittinggi: Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga akui sejauh ini di Kota Bukittinggi tumbuh dan berkembang sarana penginapan seperti homestay, dikarenakan para pengusaha perhotelan terkendala untuk mencari lokasi pengembangan sektor yang digeluti itu.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi Hendri kepada RRI, Sabtu (05/11/2022) mengatakan pihaknya tetap optimis pihak hotel akan terus berkembang dengan sektor yang dimilikinya itu untuk dapat menampung tingkat kunjungan ke Kota Bukittinggi.

“memang kalau sekarang yang banyak tumbuh adalah homestay, ya. Kalau hotel ya, beberapa pengusaha hotel sekang memang mencari lokasi pengembangan hotel, di lain sisi kita memang kita kekurangan hotel. Sekarang memang homestay yang cukup berkembang kami lihat, ya mudah-mudahan nanti hotel bisa berkembang juga nanti dalam rangka menampung jumlah kunjungan yang semakin banyak kami lihat. Kita akan selalu mengapresiasi nantinya,”ujarnya

Dikatakan, saat ini di Kota Bukittinggi sudah terdapat lebih 80 hotel dengan beraneka jenis tipe dan kelasnya, hingga tersedia 2.199 kamar yang siap menerima kunjungan wisatawan atau tamu untuk menginap di daerah ini. Sedangkan, jumlah homestay sekarang mencapai angka 80, walaupun baru yang terdaftar di Asosiasi Homestay baru sekitar 75 homestay di Bukittinggi.

“hotel kita di Bukittinggi sekarang sudah lebih 80 hotel dengan 2.199 kamar. Iya itu untuk semua jenis hotel, dari non bintang sampai hotel berbintang. Dan homestay kita sudah berada di angka mendekati 80 homestay juga. Sementara, yang terdaftar di Asosiasi Homestay itu sebanyak sekitar 75 homestay,”ucapnya

Kepala Dinas Parpora Kota Bukittinggi Hendri menyebutkan dukungan terhadap perkembangan sarana penginapan seperti hotel dan homestay dibuktikan dengan kemudahan perizinan, namun tetap ada aturan –aturan yang harus dipatuhi untuk mendukung destinasi atau daya tarik wisata halal.

“ya, kita juga mendorong mereka untuk memenuhi perizinan, dan ada catatan-catatan yang mesti ditaati, untuk mendukung di destinasi atau daya tarik wisata halal nantinya,”katanya

Ketika RRI mencermati keberadaan wisatawan mancanegara (wisman) seperti apa dukungan terhadap konsep wisata halal, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi menginginkan aturan yang diberlakukan di daerah ini tetap dipatuhi oleh siapa pun.

“nah, soal ini tentu kita perlu bicarakan dulu ini. Tapi sebaiknya tentu iya. Karena memang masalah penegakan agama, apabila orang melakukan hal-hal katakanlah maksiat maka kita semua berdosa, 40 rumah kan. Jadi, ini memang menjadikan komitmen kita bersama hendaknya. Apalagi sekarang ini kita lebih mengutamakan wisatawan domestik, karena wisatawan mancanegara kita tidak begitu berkembang. Wisatawan dari Malaysia memang datang untuk mencari daya tarik wisata halal juga,”sebutnya

Ia menambahkan stakeholder di tengah masyarakat seperti niniak mamak dan masyarakat sekitar selayaknya mendukung pariwisata halal di Kota Bukittinggi dengan penerapan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), pemerintah tidak mengejar income semata dari kunjungan wisata, tetapi berpedoman terhadap aturan yang berlaku di Bukittinggi.

“kami yakin ya dengan niniak mamak kita, dan masyarakat kita, mereka akan mendukung pariwisata halal ini, kita tidak mesti meninggalkan ABS-SBK, demi banyaknya wisatawan asing, yang tidak sesuai dengan wisata halal nanti. Jadi, kita tidak usah lah ragu-ragu dengan hal itu,”jelasnya

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Bukittinggi telah meminta kepada pihak travel wisata yang memiliki paket perjalanan untuk memfasilitasi pengunjung baik dalam maupun luar negeri menikmati pesona destinasi di ranah minang, begitu juga di Bukittinggi, maka konsep wisata halal tidak boleh ditawar-tawar.

“maka sosialisasi memang perlu bahwa Bukittinggi adalah wisata halal, jadi mereka yang menginap di hotel dan homestay wajib menunjukkan surat nikah, dan tidak boleh menginap dalam satu kamar orang yang belum pasangan sah. Kepada para travel wisata kita juga sampaikan itu, mereka yang menjual paket wisata di Bukittinggi juga menyampaikan hal yang sama untuk mendukung pariwisata halal. Mereka tetap dalam koridor pariwisata halal. Tentu semua pelaku wisata ini mesti sama persepsi untuk bagaimana menjadi kewajiban bersama lah. Tidak hanya pemerintah saja, tidak hanya katakanlah media saja. Tetapi mereka yang menjadi ujung tombak pelayanan kepariwisataan ini tetap komitmen dengan pariwisata halal ini,”tambahnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....