Makna Perayaan Tumpek Landep Bagi Umat Hindu

  • 05 Nov 2022 08:02 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Diperingati setiap 6 bulan sekali menurut penanggalan Bali, Hari Raya Tumpek Landep jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Landep, yaitu setiap 210 hari sekali. Hari Raya Tumpek Landep dapat diartikan sebagai upacara yadnya selamatan terhadap semua jenis alat yang tajam atau runcing serta memohon kepada Bhatara Siwa dan Sang Hyang Pasupati agar semua alat atau senjata tetap bertuah. Bukan itu saja, Tumpek Landep juga memiliki makna menajamkan pikiran (ngelandepang idep).

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Prajuru Pura Agung Jagatnatha Buleleng, I Nyoman Rasa Olas saat di konfirmasi RRI melalui sambungan telepon Sabtu (5/11/2022) pagi. Ia menambahkan perayaan hari raya tumpek landep bukan hanya mengupacarai alat-alat seperti mobil, sepeda motor dan lainnya. Tetapi perayaan hari suci ini sebagai simbol memohon anugerah agar alat-alat tersebut dapat bertuah yang nantinya bermanfaat dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

“Upacara ini ditujukan kepada alat-alat seperti mobil, sepeda motor dan yang lain-lainnya, lupa bahwa yang diupacarai itu bukan mobilnya tetapi memohon anugerah dalam hal ini adalah Sang Hyang Pasupati, mohon anugerah beliau agar alat-alat seperti mobil, sepeda motor, alat-alat pertanian, alat rumah tangga dan yang lainnya agar dapat bertuah yang nantinya berhasil guna, tepat guna dan dapat bermanfaat dalam kehidupan,” ucapnya.

Rasa Olas menyarankan kepada masyarakat khususnya umat Hindu untuk melaksanaan perayaan hari raya tumpek landep pada pagi hari, karena memiliki berkah yang berbeda dengan waktu lainnya. Pihaknya berharap, umat Hindu dapat memaknai hari raya tumpek landep dengan baik serta menjalankannya dengan penuh keikhlasan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....