Mengenal Sultanah Nahrisyah, Raja Perempuan Pertama di Aceh

  • 26 Jun 2024 20:28 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh : Sultanah Nahrisyah atau Nahrasiyah adalah keturunan Sultan Malik as-Saleh, yang menjadi pemimpin perempuan pertama di Aceh dan memerintah Kerajaan Samudera Pasai. Samudera Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia, yang didirikan pada tahun 1267 Masehi.

Dilansir laman resmi Museum Nasional, Sulthanah Nahrisyah mengambil alih kepemimpinan Kerajaan Samudera Pasai setelah Sulthan Zainal Abidin meninggal pada tahun 1405 Masehi. Sulthanah Nahrisyah wafat di tahun 1428 Masehi dan dimakamkan berdampingan dengan makam ayahnya, Sultan Zainal Abidin, merupakan makam terindah di Asia Tenggara.

Ratu Nahrasiyah terkenal karena kebijaksanaan dan kepandaiannya, selama memimpin, dia memimpin dengan sikap keibuan yang penuh kasih sayang. Selama pemerintahan Ratu Nahrisyah, perempuan dihormati dengan tinggi, banyak dari mereka terlibat aktif dalam penyebaran Islam, termasuk beberapa yang menjadi pendakwah agama.

Tidak hanya itu, kepemimpinan Nahrisyah yang adil dan bijaksana memberikan dorongan dan semangat baru bagi Pasai. Dia adalah sinar harapan bagi Pasai, menjadi inspirasi bagi perempuan lain di seluruh daerah Nusantara.

Menurut acehtourism.travel, Makam Sultanah Nahrasiyah terletak di Gampong Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, sekitar 18 km sebelah Timur Kota Lhokseumawe. Makam tersebut berada di kompleks II (Kuta Karang), dan tidak jauh dari makam Sultan Malikussaleh yang terletak di kompleks I makam Raja-Raja Samudera Pasai.

Makam ini memiliki jirat yang tinggi dan terhubung dengan bagian nisan, serta keseluruhan strukturnya dibuat dari batu pualam yang diimpor dari Gujarat, India. Sementara dinding-dinding makam dipenuhi pahatan kaligrafi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....