Sejumlah Wilayah di NTT Mengalami Kekeringan
- 31 Mei 2024 14:39 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Memasuki musim panas, sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi mengalami kemarau panjang atau La Nina diantaranya, Pulau Flores, Daratan Timor dan Sumba. Menanggapi isu tersebut, BPBD Provinsi NTT bersama dengan BPBD Kabupaten/Kota seluruh NTT, akan menggelar rapat untuk melakukan langkah mitigasi dengan informasi dari BMKG, tentang kemarau panjang yang berdampak di Bali-Nusra.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD NTT, Cornelis Wadu, Jumad (31/5/2024) mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan di sejumlah wilayah NTT yang diduga berdampak kemarau panjang atau La Nina bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTT. Dia memaparkan untuk daratan Flores itu, berada di Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka dan, Kabupaten Lembata serta Kabupaten Flores Timur, tidak mencolok seperti di Ende dan Sikka.
“Untuk Ngada kurang, namun Nagekeo yang berpotensi kekeringan. Sementara untuk Manggarai dan Manggarai induk tidak terlalu signifikan dampaknya,"ujarnya
Sementara itu, untuk daratan Timor, rata-rata berpotensi rawan kekeringan, terutama dari Kabupaten Kupang, sebagian dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu, dan Kabupaten Malaka. Sedangkan untuk daratan Sumba, kata Cornelis, wilayah yang rawan kekeringan adalah Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Tengah.
“Untuk antisipasi jangka pendek koordinasi dengan teman-teman dinas teknis untuk memanfaatkan sumber air yang ada agar menjadi sumber air dalam pengembangan sumber pertanian di musim kemarau ini di daerah masing-masing,” katanya.
Dia menambahkan, terkait kemarau panjang yang akan terjadi nantinya, pihak BPBD NTT sudah lakukan persiapan antisipasi dan mitigasi. Saat ini potensi La Nina akan berkepanjangan sesuai prediksi BMKG, BPBD kabupaten/kota di NTT, telah diinstruksikan untuk mengoptimalkan sumber air di daerah masing-masing.
Kepala BPBD NTT menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap menginfokan kepada BPBD di wilayah masing-masing bila terjadi kekeringan di sektor pertanian. Bila terjadi kekeringan, masyarakat segera laporkan ke BPBD.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....