Borneo Mangrove Action Upaya Jaga Pesisir Kalbar
- 28 Mei 2024 09:42 WIB
- Pontianak
KBRN, Mempawah: Gemawan bersama Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura serta masyarakat Desa Sungai Bakau Kecil, Kabupaten Mempawah, menggelar Borneo Mangrove Action dengan menanam mangrove di wilayah pesisir, Minggu (26/5/2024).
Salah satu pegiat Gemawan, Lani Ardiansyah mengatakan, ekosistem mangrove memiliki manfaat besar dalam mitigasi dampak perubahan iklim. Memiliki daya simpan karbon lebih tinggi dari hutan dan gambut, ekosistem pesisir ini juga habitat yang menyediakan ruang hidup bagi berbagai spesies.
“Melalui Borneo Mangrove Action, sejak 2022 silam Gemawan mengajak generasi muda menjaga khazanah ekosistem mangrove Kalbar,” ucapnya.
Lani atau yang lebih sering dipanggil Ucup, menyebutkan jika degradasi ekosistem mangrove di pesisir Kalbar terus terjadi, hal ini dapat membahayakan warga, khususnya warga di pesisir Kalbar.
“Seperti kelompok nelayan sangat rentan kehilangan sumber penghidupannya bila ekosistem mangrove terdegradasi tidak direhabilitasi. Karena itulah, Gemawan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder, terutama Generasi Z Kalbar, untuk melakukan aksi-aksi berkelanjutan seperti ini,” terangnya.
Dalam aksi menanam mangrove ini menggunakan metode selongsong bambu. “Memang agak lama, karena selongsong bambu ini sekaligus menjadi tempat persemaian propagul. Dengan demikian, mangrove terlindungi dari sapuan ombak,” paparnya lebih lanjut.
Dewan Pendiri Gemawan, Hermawansyah menyampaikan, ancaman abrasi di wilayah pesisir sudah sedemikian nyata.
“Sejak beberapa tahun terakhir, Gemawan memutuskan untuk mengajak masyarakat di sini untuk menyelamatkan ekosistem pesisirnya dari ancaman abrasi,” ungkapnya.
Ia menyebut, metode selongsong bambu ini adalah temuan menarik, pengetahuan lokal, hasil diskusi dengan warga untuk bersama-sama menyelamatkan kawasan pesisir Mempawah.
Menurut Wawan, hal ini adalah model inisiasi mekanisme mitigasi dampak perubahan iklim berbasis masyarakat yang sangat baik. Keterlibatan pihak perguruan tinggi seperti sekarang sangat diharapkan untuk memotret dari aspek akademis.
“Tidak bisa dipungkiri, hari ini kita butuh kolaborasi dari semua pihak. Tidak bisa lagi kita bekerja sendiri. Makanya sinergi itu menjadi sangat penting untuk dibangun, sehingga semua pihak dapat terlibat sesuai dengan kapasitas dan sumber dayanya,” sebutnya.
Wawan berharap aksi ini dapat bergulir seperti bola salju ke desa-desa lain di sepanjang pesisir Kalimantan. “Dari Mempawah, kita lahirkan Borneo Mangrove Center,” kata Wawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....