Kiprah Save the Children Bersama Mitra di Sumba

  • 26 Mei 2024 09:09 WIB
  •  Kupang

KBRN, Sumba : Save the Children Indonesia bersama Yayasan Sumba Cendekia Bestari dan Yayasan Wahana Komunikasi Wanita bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mencegah perkawinan anak, perkawinan dini, dan perkawinan paksa serta di barengi kegiatan serah terima jaringan air bersih melalui teknologi ramah lingkungan.

Langkah ini merupakan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Sumba Barat Daya. Perjanjian antara Save the Children dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya bersama sejumlah lembaga mitra lainnya akan mencakup berbagai program yang memiliki fokus pada perlindungan anak, pendidikan, dan kesehatan.

"Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama sebagai simbol untuk memastikan keberlanjutan gerakan perubahan positif yang dipelopori anak-anak terkait upaya menangani isu perkawinan anak, pernikahan dini dan paksa yang terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya. Kami berharap komitmen bersama yang sudah dibangun saat ini akan membuka pandangan terhadap berbagai permasalahan yang kita hadapi," ujarnya.

"Di bidang kesehatan, harapan kedepannya, melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat dapat mengurangi prevalensi penyakit yang ditularkan melalui air secara berkelanjutan pada 320 Rumah Tangga di dua Desa di Sumba Barat Daya khususnya di desa Raba Ege dan Desa Tena Teke. Kami juga akan menyerahterimakan jaringan air bersih dari Save the Children dan YWKW ke Pemda SBD," jelas David Walla, Acting Senior Program Implementation Manager Save the Children Indonesia.

Sejalan dengan inisiatif yang dilakukan oleh pihak Save the Children, Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya dr. Kornelius Kodi Mete menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Save The Children dan mitra di wilayahnya

“Perlu kita sadari bahwa saat ini Sumba Barat Daya masih minim pemahaman dan kesadaran atas betapa pentingnya upaya untuk mencegah perkawinan anak usia dini,"ujar Korneli.

"Karena merupakan permasalahan yang rumit dan hanya bisa diatasi dengan kolaborasi dan sinergi berbagai pihak, untuk memberikan edukasi persuasif yang terus menerus kepada masyarakat, agar masyarakat bisa sadar bahwa anak bukan aset yang menghasilkan material seperti belis tetapi merupakan aset masa depan keluarga serta bangsa dan negara yang harus terus diasah kemampuannya sehingga bisa kemajuan zaman dalam dunia digitalisasi,” jelas dr. Kornelius Kodi Mete Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya.

Inisiatif utama yang ditandatangani pemerintah daerah Kabupaten Sumba Barat Daya bersama mitra antara lain:

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Save the Children. Komitmen kedua belah pihak untuk mewujudkan perlindungan terhadap anak, penyelenggaraan pendidikan dan kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu juga, pihaknya berkomitmen untuk dilaksanakannya juga sistem perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat serta penguatan dan peningkatan kapasitas Forum Anak Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya. (jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....