Sungai Lawa Di Kubar Diduga Tercemar Oleh Limbah Perusahaan Sawit

  • 11 Mei 2024 09:14 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Warga Kampung Suakong, Kecamatan Bentian Besar Kabupaten Kutai Barat (Kubar), kembali mengeluhkan kondisi Sungai Lawa yang ada di sekitar Kampung mereka, karena mengeluarkan aroma busuk, Kamis (9/5/2024).

Bernath Frengky, salah satu Warga saat dikonfirmasi, Jumat (10/5/2024) mengatakan, Aroma busuk itu diduga akibat pencemaran Limbah salah satu perusahaan Perkebunan Sawit yang beroperasi tidak jauh dari Kampung Suakong.

“Sudah sering, cuma yang ini parah. Bau busuknya sampai menyengat, kecium dari rumah kita dari pinggir Sungai Lawa ini, karena hanya sekitar 50 meter. Bau nya nyengat, saya sampai pusing mau muntah-muntah, mual gitu. Betul-betul kayak bau bangkai,” kata Bernath Frengky.

Meski mengaku aroma busuknya sudah mulai berkurang, namun masih ada bau anyir di area sungai Lawa. Bahkan banyak ikan yang mati, timbul, membusuk di sungai akibat kejadian itu.

foto ilustrasi Limbah Jangkos Sawit. (ist)

“Tapi bukan itu penyebab air nya bau, memang karena limbah tadi. Jadi airnya ini seperti bau jangkos, nah dari bau itu yang buat ikan di sungai pada mati. Jangkos ini kan bekas sisa pemerasan Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang di buat CPO. Jadi aroma nya itu, terasa betul seperti bau jangkos,” jelas Bernath.

Tidak hanya Bernat. Abiyel, warga lainnya juga mengaku hal yang sama. Menurutnya ini bukan kali pertama atau sudah berulang kali di rasakan, bahkan pernah kejadian dimana warna Air Lawa sampai menghitam.

“Ada mungkin sudah 4-5 kali kejadian kayak gini. Limbah nya itu ngalir dari hulu Kampung kami, dari perusahaan sawit. Kalau sudah air nya keruh atau hitam, timbul sudah ikan-ikan, segala udang, kepiting sampai siput,” ungkap Abiyel.

Kondisi Sungai Lawa Berwarna Hitam dan Banyak Ikan Mati pada Kejaidan Serupa Tahun 2023 lalu. (foto postingan FB Biyel).

Menurutnya, kejadian ini sudah disampaikan ke Pemerintah Kampung, namun belum ada tindakan. Bahkan, ia mengaku pernah dihubungi sampai didatangi langsung oleh petugas Dinas terkait dari Kabupaten, hanya saja sampai saat ini tidak tahu ujung pangkalnya.

“Kejadian sebelumnya, saya pernah dihubungi sama orang dari Lingkungan Hidup, mereka datang ambil sampel sama saya, karena waktu itu kebetulan saya juga ambil airnya, ambil ikan yang mati. Jadi itu saya serahkan ke mereka, tapi sampai hari ini tidak ada ceritanya,” terang Abiyel.

Warga berharap agar Pemerintah dan pihak terkait segera menindaklanjuti kejadian ini, karena sudah berulang kali di rasakan oleh Warga Kampung Suakong Kecamatan Bentian Besar.

Terlebih, masih ada warga setempat yang menggunakan Sungai Lawa untuk Mandi, bahkan sebagian masih memanfaatkan nya untuk konsumsi air minum. Otomatis dengan kejadian seperti ini sangat merugikan warga sekitar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....