Mulai Musim Giling, PG Pradjekan Gelar Selametan Petik Tebu Manten
- 29 Apr 2024 16:48 WIB
- Jember
KBRN, Bondowoso: Pabrik Gula (PG) Pradjekan, menggelar selametan Petik Tebu Manten di kebun tebu Desa Mangli, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Senin (29/4/2024). Petik tebu manten, sebagai tanda dimulainya musim giling tebu tahun ini, di PG Prajekan yang dikelola PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) anak Perusahaan Holding Perkebunan PTPN III (Persero).
General Manager PG Prajekan Moh. Sholeh Kusuma mengatakan, petik tebu manten ini sudah menjadi tradisi pabrik gula sebagai tanda dimulainya aktivitas giling tebu.
"Kami merencanakan, 20 Mei 2024 sudah mulai giling. Dan PG Pradjekan ini menjadi pabrik pertama di Jawa yang memulai giling tebu tahun ini," ujarnya kepada RRI, di sela prosesi petik tebu manten.
Sholeh mengaku, target giling tebu tahun ini mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, yakni 4,9 juta kuintal tebu dari 4,3 juta kuintal tebu di tahun 2023.
"Kami optimis tahun ini mampu menggiling tebu petani sejumlah 4,9 juta kuintal. Ini merupakan bagian upaya kami mendukung tercapainya swasembada gula", tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Pradjekan Rolis Wikarsono berharap, giling tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya, baik harga gula dan performa pabrik.
"Kalau harga gula dan performa pabrik lebih baik daripada tahun sebelumnya, maka akan berpengaruh positif pada tingkat kesejahteraan petani," ucapnya.
Senada dengan Manager PG Pradjekan, Moh. Sholeh Kusuma, Rolis Wikarsono juga optimis target giling tahun ini terpenuhi, sebab ada sekitar 700 petani dengan luasan sekitar 6.000 hektare digiling ke PG Pradjekan.
"Tebu petani di Bondowoso ini, hampir seluruhnya digiling ke PG Pradjekan. Jumlah petani kurang lebih 700 orang dengan luasan total lahan 6.000 ribu hektar," imbuh Rolis.
Senior Executive Vice President (SEVP) Operation II SGN Imam Cipto Suyitno yang hadir dalam kegiatan menyebut performa yang dimiliki PG Pradjekan cukup membanggakan, bahkan kerap dijadikan best practise atau praktik terbaik bagi pabrik gula lainnya.
"Dengan kekompakan petani dan PG, target tersebut bukan angan-angan tapi mudah untuk diraih," imbuhnya.
Katanya, PG Pradjekan sudah empat tahun menunjukkan performa terbaiknya. Jika tahun ini kembali memberikan kejutan, maka selama lima tahun berturut-turut, PG Pradjekan memberikan forma terbaiknya.
"Mohon dukungan untuk mempertahankan prestasi. Jika tahun ini baik, maka menjadi performa terbaik berturut-turut selama lima tahun", ucap Imam.
Pantauan RRI, prosesi petik tebu manten dimulai dengan menggelar doa bersama di kebun yang dihadiri oleh petugas PG serta menghadirkan tokoh masyarakat dan petani tebu, undangan lainnya.
Petik Tebu Manten menghadirkan sepasang pengantin berbusana adat dengan sepasang tebu yang dihias kertas warna warni. Pengantin perempuan dinamai Sri Ratu Rosan Ayu Semseming dan pasangannya Sri Narendra Rosan Prakoso Madu Rasa.
"Sepasang tebu ini merupakan simbol pengantin yang kemudian ditebang bersamaan dengan beberapa tebu lainnya, lalu diarak menuju pabrik gula diiringi alunan kebo giro, ciri khas arakan pengantin," terang Manajer Tanaman PG Pradjekan, Dwiana Ekawati.
Katanya, prosesi tersebut menjadi simbol harapan petani dan pabrik gula agar panen tebu berlangsung dengan lancar dan kualitas bahan baku tebu optimal atau telah masak serta diolah PG dengan baik.
Di beberapa daerah dalam prosesi arak-arak penganten tebu sering disertakan budaya lokal seperti Reog dan Bantengan. Sederhana dan sakral, tergambar dari prosesi yang telah dijalankan selama puluhan tahun hingga saat ini dan menjadi bagian budaya pabrik gula di Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....