Menuju Tsunami Ready Community, UNESCO Verifikasi Desa Pengastulan

  • 25 Apr 2024 16:11 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Sejak lama dikenal sebagai wilayah yang masuk ke dalam zona rawan dampak bencana gempa bumi dan tsunami, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, akhirnya menjalani proses verifikasi oleh Komisi Oseanografi Antarpemerintah (IOC), salah satu komisi yang ada di bawah naungan UNESCO, untuk mendapatkan pengakuan sebagai Desa Siaga Bencana Tsunami (Tsunami Ready Community).

Verifikasi yang dilakukan bersama BMKG pada 25 hingga 26 April 2024 ini bertujuan untuk melihat kesiapan relawan dan masyarakat dalam menjalankan 12 indikator tsunami ready serta langkah-langkah mitigasi untuk menghadapi risiko tsunami di wilayah tersebut.

Perwakilan UNESCO yang bertindak sebagai Verifikator Tsunami Ready, Wiwin Windupranata, Kamis (25/4/2024), mengatakan Desa Pengastulan sangat berpotensi meraih gelar Tsunami Ready Community, karena mereka telah mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Kehadiran UNESCO ke Buleleng adalah untuk memastikan ke-12 indikator tersebut berjalan dengan baik.

Adapun indikator-indikator verifikasi tersebut terbagi ke dalam tiga kriteria, yakni assessment (penilaian), preparedness (kesiapsiagaan), dan response (respons). Wiwin mengungkapkan hanya ada 14 wilayah di dunia yang mendapatkan pengakuan sebagai Desa Siaga Bencana Tsunami dan 10 di antaranya ada di Indonesia.

“Perlu dicatat pengakuan tsunami ready ini bukan menjadi jaminan bahwa nanti tidak akan ada korban (akibat bencana tsunami). Justru ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mitigasi bahaya tsunami,” kata Wiwin.


Peta evakuasi tsunami di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. (Foto: RRI/Sukma Sumampan).


Menurut dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, beberapa kriteria seperti memiliki data tentang peta zona bahaya tsunami, jumlah penduduk di zona bahaya tsunami, adanya peta-peta evakuasi yang mudah dipahami masyarakat, serta sumber-sumber edukasi dan kesadaran publik yang tersedia dan terdistribusi merupakan syarat sebuah wilayah bisa diakui oleh UNESCO sebagai Desa Siaga Bencana Tsunami.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, mengatakan pengakuan Desa Pengastulan sebagai Desa Siaga Bencana Tsunami nantinya bisa menjadi pemicu masyarakat untuk memahami secara betul mitigasi bencana gempa bumi yang berpotensi tsunami.

“Verifikasi ini diharapkan dapat menambah semangat masyarakat agar lebih waspada dengan gempa bumi yang berpotensi tsunami. Apalagi Desa Pengastulan pernah mengalami gempa bumi dan tsunami di tahun 1976,” ujarnya.

Ariadi berharap Desa Pengastulan dapat mengikuti jejak Desa Tanjung Benoa di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, yang saat ini menjadi satu-satunya desa di Bali yang telah ditetapkan statusnya oleh UNESCO sebagai Tsunami Ready Community.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....