Metode SRI, 1,5 Hektare Padi Ditanam di Sudaji

  • 22 Apr 2024 14:11 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Kembangkan pertanian berbasis lingkungan dengan metode SRI (System of Rice Intensification), padi-padi organik ditanam di lahan seluas 1,5 hektare di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Padi-padi tersebut berjenis hatur yang merupakan padi unggul lokal. Bibitnya diambil dari daerah Pekutatan, Jembrana.

Penanaman padi organik tersebut diinisiasi oleh Ketut Sugihantara, Ketua Gerakan Sosial Dadia Terintegrasi (Gersodasi) dan diikuti oleh 17 subak yang ada di Desa Sudaji. Dua subak yang menjadi percontohan penanaman adalah Subak Juwuk dan Subak Getih.

Konsultan Pertanian dari Buleleng, Nengah Suparna, mengatakan penerapan pertanian ramah lingkungan ini tidak hanya bisa diterapkan pada pertanian padi saja, tetapi tanaman-tanaman yang lain yang ada di Desa Sudaji. “Target kita adalah produktivitas berkelanjutan dengan tetap mengedepankan aspek lingkungan,” katanya, Kamis (18/4/2024).

Ini adalah kali pertama padi organik ditanam dengan teknologi ramah lingkungan di Buleleng. Saat ini usia padi rata-rata berkisar di angka 120 sampai dengan 125 HST (hari setelah tanam).

“Kita akan kembangkan terus dengan target mendapatkan sertifikat organik dari nasional maupun internasional,” ujar Suparna. Ia berharap pertanian ramah lingkungan ini akan mendukung pariwisata di Desa Sudaji. Nantinya pariwisata budaya di Desa Sudaji akan bersanding dengan agro wisata hasil dari pengembangan pertanian ramah lingkungan.

Bukan tanpa alasan Desa Sudaji dipilih sebagai percontohan. Tanah kelahiran Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada Kabinet Gotong Royong, I Gede Ardhika, ini memang telah terkenal sebagai salah satu daerah pertanian di Buleleng sejak dulu. Dua komoditas unggulan di Desa Sudaji di antaranya adalah durian dan rambutan.

“Kita harus yakinkan para petani untuk melakukan pertanian berbasis ramah lingkungan,” ucap Suparna. Ia mengatakan yang pertama harus dilakukan adalah mengubah pola pikir para petani untuk mulai menyadari pentingnya pertanian ramah lingkungan.

Ke depan Suparna dan kawan-kawan berencana untuk mengembangkan padi organik dengan padi plasma nutfah lokal unggul dari Desa Sudaji, yaitu padi cicih gundil dan cicih gondrong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....