Mangrove Teluk Jor Lombok Timur Dukung Ekonomi Warga

  • 12 Apr 2024 17:05 WIB
  •  Mataram

KBRN, Lombok Timur: Bersama Wahana Lingkungan Hidup Nusa Tenggara Barat, Amin Abdullah menanam mangrove di Dusun Teluk Jor, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, untuk tujuan pelestarian lingkungan. Kolaborasi itu berujung manfaat bagi ekosistem mangrove di Jerowaru.

Pelestarian ekosistem mangrove di Jerowaru terwujud berkat kerja keras masyarakat, anggota Walhi, aktivis, dan kelompok Perempuan. Perempuan di Jerowaru terlibat karena bersinggungan dengan pekerjaan sehari-hari, yaitu membuat terasi. Ibu-ibu di Jerowaru membuat terasi dari rebon atau ebi (udang kecil). Sementara perkembangbiakan udang sangat bergantung pada kelestarian mangrove.

“Lebih lagi, cukup banyak kepala keluarga yang berhasil menangkap kepiting di sekitar tanaman bakau. Kemudahan tersebut didukung oleh kesadaran Masyarakat menanam dan menjaga mangrove,” kata Amin kepada RRI Mataram, belum lama ini.

Amin Abdullah adalah seorang pegiat pesisir yang memiliki konsentrasi menjaga fungsi mangrove. Menurutnya, ada dua fungsi mangrove, yakni sebagai fungsi ekologi dan tempat bertelur kepiting dan udang. Lebih lagi terdapat jenis mangrove yang memiliki akar yang kuat. Akar itu dapat menahan laju abrasi bahkan menghadang tsunami.

Amin sudah bertahun-tahun menanam mangrove di Jerowaru. Hasil nyata yang diperoleh saat ini, berkat penanaman di tahun 2012 – 2013. Tidak berlangsung lama setelah penanaman terdapat ancaman serius dari aktivitas penambangan pasir laut. Waktu terus bergulir, tahun 2019 terdapat organisasi yang mendukung pelestarian mangrove.

Program organisasi berupa pemahaman tentang larangan penggunaan potasium, penebangan mangrove, dan budidaya lobster. Larangan penebangan mangrove karena fungsi mangrove yang mampu menetralisir racun di teluk. Mangrove juga ikut menumbuhkan aktivitas kepariwisataan di Jerowaru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....