Lembaga Adat dan Polres Kubar Minta Pengusaha Koridor Ikut Perbaiki Jalan Rusak

  • 30 Mar 2024 09:35 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Lembaga Adat Besar (LAB) kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus melakukan pengawasan terhadap usaha angkutan batu bara atau yang kerap disebut tambang koridor.

Selain larangan beroperasi siang hari, LAB juga mewajibkan pengusaha batu bara untuk ikut memperbaiki kerusakan jalan, khususnya di jalur yang sering dilewati truk koridor.

”Untuk perbaikan jalan ini kita bebankan ke pengusaha koridor, bukan ke supir truk. Karena supir-supir itu cuma diminta angkut aja,” kata anggota LAB Kubar, Eko Cahyanto ditemui RRI saat razia truk koridor di Simpang Ombau, Kamis (28/3/2024) malam.

BACA JUGA:

Jalan Sekolaq Darat – Melak Rusak Parah, Bupati Kubar: Itu Kewenangan Pusat

Lembaga Adat Kubar Larang Truk Koridor Jalan Siang Hari

Penegasan yang sama disampaikan pihak kepolisian. Banit Turjawali Satlantas Polres Kubar, Bripka Edi Hartono mengatakan, truk koridor mestinya ikut bertanggungjawab atas kerusakan jalan. Lantaran polisi menemukan banyak truk koridor masih nekat melewati jalur protokol dalam kota.

Khususnya jalan poros depan kantor Polres Kubar dan pusat perkantoran Pemkab Kubar, dengan alasan jalur Simpang Raya – Sekolaq Darat yang selama ini dilintasi truk koridor banyak rusak.

”Kan kalian banyak menggunakan jalan itu, kalau memang rusak kenapa ngga ikut perbaiki. Jangan rusak dibiarkan, ya lama-lama hancur juga, kalau cuma dilewati terus menerus tanpa ada perbaikan,” kata Edi kepada sejumlah supir truk koridor yang sempat ditahan akibat menerobos jalan ibu kota.

BACA JUGA:

Bupati Kutai Barat Cek Jalan Rusak Sekolaq Darat – Melak

Dia mengatakan, polisi tidak pernah mengeluarkan izin jalan umum untuk angkutan batu bara. Namun karena sudah banyak digunakan masyarakat untuk angkutan koridor, maka polisi hanya mengizinkan jalur Simpang Raya, kecamatan Barong Tongkok menuju kecamatan Sekolaq Darat, Sekolaq Mulia tembus simpang tiga Mentiwan di kecamatan Melak.

”Kalau kalian masih ingin cari makan, ikuti aturan. Kalau masalah sudah semakin dalam dan masyarakat protes maka selesai kalian. Makanya kalau ada jalan rusak tolong diperbaiki. Jangan sampai malah konvoi, lewati satu-satu,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....