Ngambek, Caleg Gagal Putus Aliran Air Warga di Cilegon
- 12 Mar 2024 21:45 WIB
- Banten
KBRN, Cilegon: Warga Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten menyayangkan sikap salah seorang calon legislatif (Caleg) yang gagal menjadi anggota DPRD. Pasalnya ulah yang bersangkutan memutuskan aliran air warga setempat, membuat warga kelimpungan. Warga harus berjalan kaki sekitar 2 Kilometer dari perkampungan untuk mendapatkan air bersih.
Selain itu, warga yang tinggal di daerah perbukitan mengalami kesulitan dalam melakukan pengeboran untuk mencari sumber air. Warga harus menggunakan teknologi khusus agar menemukan air.
Seorang warga, Saibah menuturkan, sebelum diputus aliran air oleh caleg tersebut, warga hanya perlu membayar 5 ribu rupiah per kepala keluarga (KK) setiap harinya untuk mendapatkan air bersih dari pipa paralon. "Namun, setelah suara caleg tersebut kurang mendukung, aliran air justru diputus," ucapnya Saibah.
Sementara warga lainnya Jumani, berharap pihak PLTU Suralaya mau bertanggung jawab terhadap fasilitas air warga. Saat ini, warga semakin kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan saat musim penghujan di Kota Cilegon.
"Saat ini, setelah aliran air diputus oleh salah seorang caleg, kami sebagai warga terpaksa mencari sumber air ke berbagai tempat. Kami berharap pihak industri pusat listrik tenaga uap, seperti PLTU Suralaya 1 hingga 10, mau bertanggung jawab terhadap fasilitas air warga. Situasi ini semakin mempersulit kami untuk mendapatkan air bersih, bahkan di saat musim penghujan," ujar Jumani.
Meski demikian, reaksi masyarakat terhadap tindakan caleg tersebut beragam. Ada yang mengecam keras keputusannya yang dianggap tidak bertanggung jawab, sementara yang lain masih berharap agar masalah ini dapat diselesaikan dengan baik demi kesejahteraan bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....