BMKG Sebut Bencana di Rancaekek Puting Beliung

  • 22 Feb 2024 14:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Bandung: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan bencana yang terjadi di Rancaekek, Rabu (21/2/2024), merupakan puting beliung. Kepala BMKG Kota Bandung Teguh Rahayu mengatakan, hal itu berdasarkan kecepatan angin berputar dan dampak yang ditimbulkan.

Ia menyebut, angin puting beliung merupakan peristiwa fenomena alam dimana angin berputar dengan kecepatan kurang 70 kilometer per jam. Sedangkan untuk tornado lebih dari 70 kilometer per jam.

"Kejadian kemarin sore. Kecepatan angin tercatat di AAWS Jatinangor 36.8 Kilometer per jam," kata Teguh, Kamis (22/2/2024).

Ia mengungkapkan, puting beliung merupakan small tornado. Teguh menyebut, masyarakat Indonesia sering menyebut small tornado merupakan puting beliung.

"Kalau tornado pasti dampaknya lebih dari 10 kilometer. Sedangkan kemarin saya rasa 3 sampai 5 kilometer dampaknya," ujarnya.

Selain itu, ia menyebut, puting beliung di Rancaekek terjadi karena pertumbuhan awan cumulonimbus. Puting beliung merupakan dampak ikutan.

Sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan angin puting beliung berukuran besar muncul di wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung dan Sumedang. Angin puting beliung memporakporandakan sejumlah bangunan, pohon dan kendaraan.

Seperti dilihat di media yang beredar, angin puting beliung menyebabkan sejumlah bangunan rusak. Termasuk merobohkan pohon dan menimpa sebuah mobil.

Beberapa sepeda motor pun ikut terjatuh akibat terkena dampak dari angin puting beliung. Informasi yang dihimpun, akses jalan kendaraan di Jalan Raya Bandung-Garut mengalami kepadatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....