Gelorakan Siaga Bencana, DMC Dompet Dhuafa Sasar Madrasah di Lebak
- 01 Feb 2024 11:22 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggencarkan edukasi siap siaga bencana gempa bumi dan juga tsunami di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten.
Kegiatan mitigasi bencana ini menyasar siswa-siswa di Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Anwar, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak pada Sabtu (27/1/2024).
Baca juga:
Gempa M 5,7 di Bayah Akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia
Mitigasi bencana ini dianggap penting karena berdasarkan Kajian Risiko Kabupaten Lebak 2013–2017 Inarisk, peta bahaya gempa bumi di Lebak sebesar 100 persen dengan total indeks penduduk terpapar sebanyak 1.167.502 jiwa.
Selain itu peta bahaya tsunami di Lebak dapat diketahui bahwa total wilayah terancam bencana tsunami adalah sebesar 1,87 persen dengan total indeks penduduk terpapar sebanyak 80.362 jiwa.
Baca juga:
Dompet Dhuafa Kirim Ribuan Bantuan untuk Palestina
Tim DMC Dompet Dhuafa memberikan materi dengan metode yang interaktif. Mulai dari pembuatan denah sederhana lokasi sekolah, mencocokan atau pengenalan jenis bencana melalui gambar, dan edukasi melalui film pendek. Metode lainnya adalah mengenalkan lagu dengan lirik-lirik muatan siap siaga bencana gempa bumi.
“Kalau ada gempa, lindungi kepala. Kalau ada gempa, sembunyi di kolong meja. Kalau ada gempa, jauhi kaca jendela. Kalau ada gempa, keluar semuanya,” terang Instructor dan Staf Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kebencanaan DMC Dompet Dhuafa, Adi ‘Mallo’ Sumarna.
Baca juga:
Sekolah di Cilegon Diimbau Terapkan "Sekolah Aman Bencana"
Agenda ini mendapat sambutan positif dari para guru. Salah satunya dari Imas Masfu’ah. Apalagi dia mengamini jika wilayah Lebak rentan dilanda bencana seperti gempa bumi. Maka dia menilai, sosialisasi dan edukasi tanggap bencana ini bermanfaat bagi guru dan peserta didik.
“Mudah-mudahan bencana tersebut tidak terjadi, tetapi kami memang pernah merasakan gempa bumi dengan besaran getaran mencapai 7 berapa gitu. Getarannya terasa sampai ke sini, sampai kami berlarian ke dataran tinggi. Tapi alhamdulillah ternyata tidak ada tsunami,” ucap Imas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....