Miris, Lahan Sagu di Maluku Utara Tergerus Pembangunan
- 19 Jan 2024 16:23 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Akademisi Universitas Khairun (Unkhair), Ir. Lily Ishak mengaku miris kondisi lahan sagu di Maluku Utara yang semakin berkurang. Padahal, menurut dia sagu menjadi pangan tradisional yang termasuk dalam kearifan lokal masyarakat Maluku Utara.
Dekan Fakultas Pertanian Unkhair ini mengatakan, kawasan hutan sagu saat ini mulai tergerus, beralih fungsi menjadi permukiman, perkotaan, hingga kawasan industri.
"Salah satunya Halmahera Timur, potensi sagunya luar biasa. Tetapi karena bukan kawasan konservasi maka hari ini kita lihat kawasan hutan sagu menurun drastis", ujar Lily dalam Dialog Luar Studio RRI Ternate di Unkhair, Kamis (18/1/2024).
Bagi dunia pendidikan, kawasan hutan sagu penting keberadaannya untuk menunjang studi atau riset oleh perguruan tinggi. Namun, kondisi saat ini lahan sagu banyak ditimbun tanah, dibangun gedung-gedung megah di atasnya.
Ia berujar, bisa saja 50 hingga 100 tahun mendatang lahan sagu hilang tak tersisa. Mahasiswa Maluku Utara mempelajari tumbuhan sagu hanya lewat museum atau sumber lain tanpa tahu wujud pohon sagu.
"Lalu generasi akan datang, ketika ada pelajaran tentang vegetasi alam, disinggung tentang sagu, mereka akan bertanya bagaimana itu pohon sagu", kata Lily.
Lulusan Doctor of Philosophy itu pun mengungkapkan kekhawatirannya. "Saya khawatir suatu saat, generasi kita akan dibawa ke sebuah museum, lalu ditunjukkan contoh pohon sagu dan produk turunannya. Miris", ujar dia.
Karena kondisi itu, Unkhair kata Lily mendorong kerja sama dengan Halmahera Timur membuka lahan tani untuk kepentingan riset.
"Fakultas Pertanian meminta Pak Rektor untuk bertemu dengan Bupati Halmahera Timur. Kami minta 100 hektare lahan sagu untuk kami jadikan pusat riset Unkhair", ujar Lily.
Unkhair juga sedang mengusulkan permintaan kawasan hutan khusus pendidikan 500 hektare di Halmahera Barat kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Semoga usulannya disetujui karena ini juga dalam rangka memperkecil ancaman kerusakan hutan. Sekaligus membantu pemerintah dalam mengonservasi hutan jenis-jenis keanekaragaman hayati", kata Lily, berharap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....