Marak Fenomena Makan Tabungan Yang Berujung Hutang
- 17 Jan 2024 21:49 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta : Hingga akhir tahun 2023 lalu, banyak masyarakat yang terlibat fenomena makan tabungan atau 'Mantab'. Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dalam dialog di Pro 1 Jakarta, Rabu (17/1/2004) menjelaskan, Makan Tabungan adalah fenomena riil di masyarakat. Contohnya di Jakarta, di mana survey BPS menyebutkan butuh dana Rp 14 Juta per bulan untuk hidup layak di Jakarta, sedangkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta sekitar Rp 5 Juta per bulan, sehingga ada gap yang cukup besar.
Tahun 2023 harga beras naik cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan harga pangan lain juga menyebabkan mayarakat kelas menengah menguras beberapa tabungan dan terkena fenomena 'mantap' ini. "Yang gawat, mantap akan berujung pada jebakan hutang" kata Bhima.
Ia menjelaskan, dalam kondisi ini banyak berdatangan tawaran-tawaran hutang, pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi ilegal seperti arisan berantai, kripto ilegal dan sejenisnya. "Jangankan untuk menabung, tabungan yang ada saja terpaksa diambil untuk menutup kebutuhan. Data dari Bank Indonesia menyebutkan porsi tabungan masyarakat yang mengecil." kata Bhima menegaskan.
Dalam dialog bersama Pro 1 Jakarta, Bhima juga menyebutkan lipstic theory, di mana pada saat ekonomi susah, penjualan kosmetik justru laris manis. Fenomena ini terjadi di seluruh dunia. Ketika orang semakin stress, karena tekanan tingginya biaya hidup dan inflasi maka mereka akan melakukan pengeluaran yang membuat bahagia, yaitu melakukan pembelanjaan kosmetik, parfume dan skin care. Menurutnya, dalam kondisi ini waktunya pas jika UMKM menawarkan produk-produk tersebut.
Bhima memberikan tips agar masyarakat tidak terjebak dalam fenomena 'mantap' perlu mengatur gaya hidup. Belanja rekreasi yang menjadi komponen pengeluaran perlu dikendalikan, dan disiplin dalam pengeluaran lain. Investasi juga perlu dilakukan, dengan catatan, pilih investasi yang benar sehingga keuntungannya bisa dimanfaatkan untuk membiayai gaya hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....