Waduh, Tenaga Untuk Industri Perkapalan Masih Kurang

  • 16 Jan 2024 15:34 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Meskipun masih banyak orderan pengerjaan dan perbaikan kapal, nyatanya perusahaan-perusahaan industri perkapalan di Batam masih kekurangan pekerja alias membutuhkan lebih banyak pekerja dengan skill yang mumpuni untuk mengerjakan order tersebut.


Sekretaris Ikatan pengusaha perkapalan dan lepas pantai Indonesia (IPERINDO) Kepri, Mariati Bangun menjelaskan bahwa para pengusaha dibidang perkapalan masih membutuhkan dan terus mencari pekerja yang sesuai dengan keahliannya bahkan hingga terus mengontak subkon dan bekerjasama dengan institusi pelatihan welding untuk mencari pekerja.


Nyatanya dikatakan mariati, meskipun sudah menyerap banyak dan bahkan mendatangkan pekerja dari luar, pekerja dengan keahlian khusus yang dibutuhkan masih saja kurang


“orderan sih masih pesanan yang kemarin ya, orderan tetap jalan tapi memang belum bisa kita finishing karena masih kekurangan karyawan juga jadi kita teman teman perkapalan itu delaynya karena engga ada pekerja. Dari teman kita juga sudah kerjasama dengan pelatihan, ambil dari luar batam juga ambil tapi yang sesuai dengan kelas galangan ya engga ada” Ucap Mariati Bangun


Kondisi kekurangan pekerja ini nyaris terjadi dalam kurun waktu hampir satu tahun. Kala itu di awal 2023 ketua Iperindo Kepri, Ali Ulai mengakui bahwa pihaknya membutuhkan ribuan tenaga kerja untuk menyelesaikan orderan kapal yang meningkat sejak 2022 Akhir.


“kita masih carikan tukang las yang dari jawa coba, yang sekarang itu kebanyakan yang lasnya G3, kelas G3 kan untuk ngelas pintu ama teralis, yang dibutuhkan itukan G5 G6 untuk las Kapal, pemerintah harus cepat latih, kasian juga yang nganggur kan banyak” tutup Ali Ulai.


Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 250 galangan kapal dari Sabang sampai Merauke dan sebagian besar berada di Batam. Galangan kapal di Indonesia secara nasional sudah membangun berbagai jenis kapal mulai dari memproduksi kapal penumpang, kapal kargo, hingga kapal tujuan khusus dengan fasilitas graving dock terbesar, yaitu 300.000 Dead Weight Tonnage (DWT). (ARK/NM)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....