Bus Listrik Mengaspal di Medan, Gratis untuk Masyarakat

  • 04 Jan 2024 13:57 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Pemerintah Kota Medan resmi mengoperasikan bus listrik yang menjadi angkutan massal secara gratis bagi masyarakat. Empat unit bus yang dihadirkan resmi mengaspal di Medan pada Kamis (4/1/2024) pagi.

Pengoperasian bus listrik dimulai pada kegiatan launching bus listrik gratis di komplek Perumahan J City Medan yang menjadi koridor halte penghentian bus.

Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mengatakan kehadiran bus listrik diharapkan bisa meminimalisir polusi akibat penggunaan gas emisi. Angkutan massal yang digratiskan bagi masyarakat diharapkan bisa mengatasi kemacetan.

“Busnya gratis, dan untuk lingkungan ini kan bis listrik emisinya rendah sekali karena tidak menggunakan bensin dan full listrik. Kemudian kami tidak menggunakan APBD, namun kolaborasi. Modelnya ada yag duduk dan berdiri,” ucap Bobby.

Bobby juga memastikan kepada masyarakat bus listrik sangat aman dan nyaman digunakan termasuk saat melintas di jalan yang tergenang banjir. Terkait dengan perbaikan koridor jalan, memang ada sejumlah titik jalan yang dilakukan pelebaran dan perapian.

“Ini kita rapikan sejak kemarin. Jadi, tidak hanya kendaraannya yang layak jalan, tapi kondisi jalan juga harus layak. Kita juga tindak tegas mereka yang parkir liar supaya banyak pihak pengusaha yang berinvestasi di situ,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bobby mengatakan pada 2024 bakal ada penambahan koridor dari 17 koridor yang bakal disiapkan. “Tapi sekarang baru ada satu koridor karena baru 4 bis, tapi akan berkala kita datangkan terus,” kata Bobby.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Suharto mengatakan semua kota diharapkan bisa mencontoh Medan yang mulai mengoperasikan bus listrik. Apalagi, saat ini ketersediaan bahan bakar fosil sudah mulai berkurang. Belum lagi pertumbuhan angka kendaraan dengan fasilitas tidak sebanding tiap tahunnya.

“Apalagi rata – rata pertumbuhan kendaraan di Indonesia sangat tinggi, sampai 8 persen per tahun. Sedangkan pertumbuhan infrastrukturnya 0,1 sampai 1 persen. Kalau kita tidak beralih ke kendaraan umum, maka kemacetan akan ada dimana – mana,” ucap Suharto.

Sementara Kadis Perhubungan Medan, Iswar Lubis mengatakan nantinya pada Juli 2024 ada penambahan lima koridor lagi. Ini merupakan bagian dari proses pengadaan 551 unit bus BRT, dimana 30 persen diantaranya berbasis listrik.

“Ini total panjangnya sekitar 21 kilometer. Di sepanjang rute jalan ini disiapkan 39 pemberhentian. Dari jumlah itu, 21 kami buat dalam bentuk bus stop,” ujarnya.

Dijadwalkan bakal ada 5 perjalanan secara bergantian yang dimulai pukul 06.30 WIB hingga 20.00 WIB denan total 25 pelayanan per hari. Kemudian setiap 15 menit sekali dilakukan perjalanan oleh bus lainnya.

Adapun Rute yang dilalui mulai dari Komplek J City – Jalan AH Nasution – Jalan Jamin Ginting, Jalan Pattimura – Jalan Sudirman – Jalan Diponegoro. Kemudian Jalan Pengadilan – Maulana Lubis – Jalan Balai Kota – Jalan Guru Patimpus – Jalan Gatot Subroto – Jalan Iskandar Muda – Jalan Jamin Ginting – J City.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....